(Inmas Bali) Satu hal yang berbeda dari Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kementerian Agama 2019 yang digelar tanggal 23 hingga 25 Januari 2019 adalah adanya segmen Best Practise dimana satuan kerja yang memiliki prestasi diberikan kesempatan oleh Menteri Agama yang bertindak sebagai moderator untuk berbicara didepan peserta untuk menyampaikan paparan atas prestasi dan sedikit memberikan kiat-kiat dari kesuksesan mengantarkan satuan kerjanya meraih prestasi tersebut.
Dalam kesempatan ini Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali Bapak I Nyoman Lastra, S.Pd, M.Ag diberikan kesempatan oleh Menteri Agama berbicara terkait prestasi dua Kantor Kementerian Kabupaten Karangasem dan Kota Denpasar yang berhasil meraih satker WBK terbaik tahun 2018.
I Nyoman Lastra kemudian memaparkan keberhasilan Kota Denpasar dan Kabupaten Karangasem yang juga dikomandani dua srikandi ini dalam upaya peningkatan Reformasi Birokrasi di satuan kerjanya, namun sepertinya Menag lebih tertarik terhadap pengelolaan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) pada Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali. “Meski bukan yang pertama, karena yang pertama Yogya tapi Bali adalah yang paling optimal membuat PTSP sesuai arahan saya melalui Biro HDI terkait bentuk bentuk layananannya dan yang pertama dan paling cepat tidak hanya di tingkat provinsi tetapi juga di tingkat kabupaten dalam membentuk PTSP” ujar Menag.Lebih lanjut Menag juga menyampaikan “Yang Menarik bagi saya di Bali itu PTSP nya adalah seluruh operator dan yang mendesain adalah ASN Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali”.
Menanggapi pernyataan Menag tersebut I Nyoman Lastra menyampaikan bahwa sesuai arahan dari Menag dalam Rakor tahun 2018 bahwa PTSP sudah harus ada pada setiap Kanwil, maka berdasar dari semangat itu I Nyoman Lastra menginstruksikan kepada seluruh ASN yang memiliki kemampuan Ilmu Teknologi agar mampu menterjemahkan keperluan dari PTSP ini. Kepercayaan I Nyoman Lastra kepada ASN muda untuk dapat merancang dan mendesain PTSP ini nyatanya memang mampu memberikan harapan yang diinginkan yaitu PTSP yang baik dan sesuai dengan arahan dari Menteri Agama.
Lebih lanjut Nyoman Lastra menyampaikan kesuksesan dari PTSP ini adalah bagaimana komitmen dari seluruh ASN pada Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali ini sendiri, karena jika tidak ada komitmen maka PTSP ini hanya sekedar simbol semata.
Menag memberikan kesimpulan keberhasilan dari pengelolaan PTSP Bali bahwa dengan kemandirian yang dimiliki oleh Bali mampu menghadirkan pelayanan terpadu satu pintu dan itu juga sudah mampu dilakukan seluruh kabupaten/kota.(sn)