(Humas Bali) – Menjadi puncak dari peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) ke
77 Kementerian Agama Republik Indonesia, Kamis (12/1/2023) Kantor Wilayah
Kementerian Agama Provinsi Bali menggelar Jalan Sehat Kerukunan yang diikuti
oleh seluruh pegawai dilingkungan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali. Turut
serta dalam jalan sehat kerukunan ini pegawai dari lingkungan Kantor Kementerian
Agama Kota Denpasar dan Kabupaten Badung.
Dalam kesempatan ini juga dilakukan penandatanganan Deklarasi Kerukunan
yang dilakukan oleh tokoh lintas agama dan disaksikan oleh Ketua FKUB Provinsi
Bali. Deklarasi Kerukunan ini sendiri berisikan komitmen jajaran Kementerian
Agama dengan menggandeng tokoh lintas beragama untuk bersama menjaga
kebhinekaan, membumikan Moderasi Beragama ditengah kehidupan sosial masyarakat,
dan berkomitmen untuk menjaga kerukunan memasuki tahun politik agar agama tidak
dijadikan alat politik.
Pembacaan Deklarasi Kerukunan yang dilakukan oleh seluruh ASN dan PPNPN
dilingkungan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali, KanKemenag Kab. Badung dan
Kota Denpasar dan diperkuat lagi dengan penandatangan deklarasi oleh tokoh
agama ini menjadi bukti nyata komitmen untuk membumikan Moderasi Beragama dan
merawat kerukunan hidup umat beragama di Provinsi Bali.
Sebelumnya rangkaian peringatan HAB ke 77 telah dilakukan penyerahan
bantuan sosial kepada masyarakat kurang mampu dan kelompok rentan, senam
kerukunan, ziarah, dan apel bendera yang telah digelar pada tanggal 3 Januari
2023 lalu.
H. Arjiman selaku Kepala Bagian Tata Usaha yang dalam kesempatan ini
mewakili Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali menyampaikan hahwa gelaran
ini bertujuan, sebagai penguatan nilai-nilai kebersamaan dan meningkatkan kehidupan
umat beragama. Seluruh pegawai dari semua agama berkumpul bergandengan tangan
membangun kerukunan dan kebersamaan sebagai imlementasi dari Moderasi Beragama.
Dipusatkan dihalaman Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali Jalan Sehat
Kerukunan mengambil rute seputaran Renon serta menjadi menarik dan mampu
mengundang perhatian masyarakat bahwasannya Jalan Sehat inipun mengikutsertakan
baleganjur (gamelan khas Bali) digelar
juga panggung gembira yang diisi dengan hiburan dan pembagian doorprise.
Dalam gelaran Jalan Sehat Kerukunan ini juga dilakukan pemeriksaan
kesehatan secara gratis yang bekerjasama dengan Klinik Ubud Care yang meliputi
tes kolesterol, gula, telinga, dan pranic healing penyembuhan dengan tenaga
prana. Juga dilakukan aksi sosial donor darah yang menggandeng Palang Merah
Indonesia (PMI) Kota Denpasar.
“Jalan Sehat Kerukunan ini seyogyanya dilaksanakan oleh seluruh satuan
kerja Kementerian Agama, hal ini dilakukan sebagai upaya untuk lebih memasifkan
konsep Moderasi Beragama untuk membangun kerukunan hidup umat beragama. Semakin
jelas dengan dilakukannya penandatanganan Deklarasi Kerukunan yang dilakukan
oleh tokoh lintas agama.” Jelas Arjiman.
Lebih lanjut lagi disampaikan Arjiman Kementerian Agama saat ini begitu I
untuk membangun kerukunan. Memasuki tahun politik pada 2024 mendatang tugas
berat yang mesti ditunaikan oleh ASN Kementerian Agama karena kerukunan sangat
fluktuatif dan dinamis. Kerukunan sering menguji kita, lebih-lebih menjelang
Pemilu 2024. Sejatinya, kerukunan adalah prasyarat pembangunan nasional.
Pembangunan membutuhkan stabilitas, dan stabilitas dapat terwujud bila
antarmasyarakat rukun dan damai.
Penggunaan politik identitas menjelang Pemilu harus diantisipasi dan dimitigasi agar kerukunan umat tidak ternodai. Kita semua mesti belajar pada apa yang terjadi pada pesta demokrasi sebelumnya, dimana masyarakat terbelah yang hingga kini masih bisa dirasakan, terutama di media sosial. Keluarga besar Kementerian Agama, bersama tokoh agama dan tokoh masyarakat harus terdepan dalam membina dan membangun suasana rukun dan damai agar perjalanan dan tahapan Pemilu dapat dinikmati sebagai pesta demokrasi dalam pengertian yang sesungguhnya. Untuk itu, semangat merawat kerukunan umat harus digelorakan seluruh ASN Kementerian Agama. (sn)