Bidang PHU Bali : Banyaknya Jemaah yang wafat pada penyelenggaraan haji tahun 2023 menjadi catatan untukpeningkatan pelayanan kesehatan di masa mendatang. Salah satu solusi yang dapat dilakukan adalah pemeriksaankesehatan (Rikes) lebih awal untuk seluruh jemaah haji sebelum melakukan pelunasan biaya haji.
Demikian pernyataan yang disampaikan anggota Komisi VIII DPR-RI Daerah Pemilihan Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Kesuma Kelakan saat menjadi narasumber pada PenyuluhanBimbingan Manasik Haji Sepanjang Tahun Angkatan III di Aneka Villa Hotel Lovina Buleleng, Selasa (22-08-2023). Kegiatan yang diselenggarakan Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali diikuti oleh 70 jemaah kuota berangkat tahun 2024 dariKabupaten Buleleng dan Jembrana.
Kelakan pun memberikan apresiasi atas gagasan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, untuk mengeluarkan kebijakanrikes sebelum pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih). Menurutnya, kebijakan tersebut dinilai sangat tepat untukmeningkatkan filter isthitaah kesehatan bagi jemaah haji. “Boleh jadi ada perasaan tidak enak untuk mencegah orang berangkat haji, padahal yang bersangkutan sudah melunasibiaya haji. Akhirnya istitha’ahnya dipaksakan,” ujarnya
Data menunjukkan bahwa Jemaah haji yang wafat sampaiakhir operasional haji tahun 1444 Hijriah/2023 Masehimencapai 775 orang dan 77 jemaah dinyatakan masih dirawatdi Rumah Sakit di Arab Saudi. Dari ke-77 jemaah, 8 jemaahtelah dipulangkan ke Indonesia dan 26 jemaah yang sudahmeninggal dunia pasca operasional penyelenggaraan ibadah haji.
“Jumlah kematian Jemaah tahun 2023 adalah jumlah tertinggi. Kita berharap tahun depan dapat ditekan agar di bawah 1 per 1.000. Salah satu caranya dengan pemeriksaan kesehatansedini mungkin,” tegas Kelakan didampingi Kepala BidangPenyelenggaraan Haji dan Umrah, H. Nurkhamid.
Sementara itu, Kepala Bagian Tata Usaha, H. Arjiman, saatmemberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan, memberikan apresiasi penyelenggaraan ibadah haji tahun iniyang tergolong sukses. Menurutnya, dari sisi problematikapenyelenggaraan, ibadah haji tahun 2023 tergolong komplek, terutama dari sisi jemaah haji yang cukup tinggi Jemaah lansiadan disabilitas. Selain itu, waktu penyiapan sarana prasaranajuga cukup singkat, terutama untuk kuota tambahan.
Walau demikian, Kabag TU berharap agar para punggawa haji tidak berleha-leha pasca selesainya operasional haji tahun2023. “Awal penyiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun2024 akan dimulai 16 September 2023 mendatang. Artinya, pemerintah akan menyiapkan segala kebutuhanpenyelenggaraan haji mendatang lebih dini dan diharapkanApril 2024 sudah ready semuanya,” jelasnya. (nas)