Cari

Pilih tema:
Selamat Datang ZI

Sambut Revolusi Industri 5.0, Ka.Kanwil Marheni Minta Tingkatkan Pembelajaran Inovatif

        Kurikulum Prototipe diberikan sebagai opsi tambahan bagi satuan pendidikan untuk melakukan pemulihan pembelajaran selama 2022-2024. Kebijakan kurikulum nasional akan dikaji ulang pada 2024 berdasarkan evaluasi selama masa pemulihan pembelajaran. Keuntungan dari Kurikulum Prototipe, yaitu guru dan murid tidak merasa terlalu terbebani dan tidak dikejar-kejar target materi pembelajaran yang padat. 

        Mengingat pentingnya hal tersebut maka Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinis Bali melalui Bidang Pendidikan Agama Hindu pada Seksi Pendidikan Hindu Tingkat Menengah menggelar Kegiatan Orientasi Penguatan Pembelajaran Inovatif Kegiatan I yang dilaksanakan di Hotel Puri Nusa Indah, Denpasar, Selasa, 8 Februari 2022.

        Kegiatan yang berlangsung selama 3 hari yaitu Selasa 8 Februari s.d Kamis 10 Februari 2022  ini diikuti 40 orang peserta yang terdiri dari Guru Agama Hindu tingkat SD, SMP dan SMA/K dari Kabupaten / Kota Se-Bali serta menghadirkan 6 narasumber yang berasal dari Institut Teknologi dan Bisnis (ITB STIKOM) Bali 2 orang, Universitas Bali Internasional (UNBI) 1 orang, Asosiasi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Indonesia 1 orang, Universitas Pendidikan Ganesha (UNDIKSA) 1 orang dan LPMP 1 orang.

        Pelaksanaan Kegiatan dengan mengangkat tema Model Pembelajaran Inovatif bagi Guru Agama Hindu dalam Mengadaptasi Kurikulum Prototipe dan Menyambut Revolusi Industri 5.0. ini bertujuan untuk meningkatkan Kompetensi dan Inovasi dalam metode pembelajaran yang sesuai dengan kondisi di tengah Pandemi, serta Profesional guru sebagai Motivator, Inovator dan Evaluator dalam pembelajaran dapat terlaksana dengan baik.

        Kepala Kantor Kementerian Agama, Dr. Komang Sri Marheni, S.Ag, M.Si yang hadir juga sekaligus membuka kegiatan ini menyampaikan bahwa Pembelajaran Inovatif merupakan pembelajaran yang dirancang oleh guru, yang sifatnya baru, tidak seperti yang biasanya dilakukan, dan bertujuan untuk menfasilitasi siswa dalam membangun pengetahuan sendiri dalam rangka proses perubahan perilaku ke arah yang lebih baik sesuai dengan potensi dan perbedaan yang dimiliki siswa. 

        “Pembelajaran inovatif harus Guru sendiri yang mengemas atas dorongan gagasan barunya, Sudah 2 tahun Pandemi melanda Bangsa Indonesia, Bapak Ibu Guru mengalami perubahan yang luar biasa dalam membuat perencanaan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran dan sampai pada assessment/penilaian hasil belajar. Penggunaan internet dan teknologi multimedia mampu merombak cara penyampaian pengetahuan dan dapat menjadi alternatif pembelajaran yang dilaksanakan dalam kelas tradisional” ungkap Ka.Kanwil

        Lebih lanjut Ka.Kanwil menegaskan bahwa strategi pembelajaran Inovatif dalam mengadaptasi Kurikulum Prototipe dan menyambut revolusi industri 5.0 adalah membiasakan siswa dalam ranah digitalisasi serta dapat memberi mereka pengalaman belajar menggunakan teknologi melalui kelas-kelas virtual menggunakan layanan Google Classroom, Edmodo, Choology, Zoom Meeting, dan applikasi pesan instan seperti WhatsApp.

        “Rubah pembelajaran konvensional menjadi berbasis online. Buat pembelajaran menjadi inovatif dengan memanfaatkan aplikasi-aplikasi yang tersedia. Ini adalah persiapan diri dan bekal bagi siswa dalam menyongsong perubahan model pembelajaran yang lebih fleksibel dimasa depan yang mungkin lebih berat lagi tantangannya. Pembelajaran Inovatif mampu mengubah pola pikir guru dan siswa untuk dapat menemukan pola pembelajaran virtual yang mudah dilakukan kapan saja dan dimana saja yang dikemas secara menarik” tutur Ka.Kanwil.

        Maka dari itu pada kesempatan ini Ka.Kanwil menginginkan kepada seluruh peserta untuk terus meningkatkan pemahaman terhadap penerapan inovasi dalam pembelajaran dan dapat melaksanakannya dengan baik pada satuan pendidikan masing-masing, dalam mewujudkan peserta didik yang cakap, trampil, menguasai ilmu pengetahuan, berbudi luhur dengan memberikan layanan sepenuh hati untuk menguasai kecerdasan yang majemuk.

        Turut hadir Ketua Panitia, Sang Putu Artawan, S.Ag dan Sulastri, S.Ag, M.Pd.H selaku Sub.Koordinator Pendidikan Agama Hindu Pada Menengah yang mewakili Kepala Bidang Pendidikan Agama Hindu mendampingi Ka.Kanwil pada saat memberikan arahan dan membuka kegiatan.

Galeri Foto-foto

Berita Sebelumnya
Kegiatan Peningkatan Sradha Bhakti Siswa Hindu Di Kabupaten Buleleng Tahun 2019
Berita Berikutnya
Pengembangan Media Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu.

Rekomendasi:

Berita Terbaru: