Denpasar (Kemenag) - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali melalui Bidang Penyelenggara Haji dan Umrah, Kamis (23/1/2025) melaksanakan Seleksi Petugas Haji Daerah (PHD) Tahun 1446 H/2025 M di Audit Corner Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali. Seleksi ini bertujuan memilih petugas yang akan mendampingi jamaah haji asal Bali, sekaligus memberikan pelayanan terbaik dalam bimbingan ibadah, kesehatan, dan layanan umum.
Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah, H. Mahmudi dalam laporannya menyampaikan bahwa tugas sebagai PHD bukan sekadar tanggung jawab administratif, tetapi sebuah pengabdian mulia sebagai pelayan umat. Mahmudi menekankan, setiap petugas harus menanamkan niat tulus sebagai khodam al-hajj, pelayan tamu Allah, dengan memberikan pelayanan prima dan penuh dedikasi.
Mahmudi juga mengingatkan bahwa menjadi petugas haji daerah adalah amanah besar dari Allah. “Kita tidak hanya melayani tamu Allah, tetapi juga menjalankan ibadah haji. Maka, siapapun yang terpilih harus yakin bahwa setiap langkah pengabdian ini bernilai kemuliaan di hadapan-Nya,” tuturnya.
Seleksi PHD tahun ini diikuti oleh 11 peserta, setelah dua peserta dinyatakan berhalangan hadir dari total 13 orang yang mendaftar. Peserta bersaing untuk memperebutkan enam kuota formasi, yang terdiri dari dua posisi: Pembimbing Ibadah dan Bagian Umum. Melalui seleksi ini, peserta menjalani dua tahapan tes, yaitu ujian Computer Assisted Test (CAT) selama 90 menit dengan 100 soal, serta wawancara untuk menggali kesiapan dan komitmen mereka.
Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah Kementerian Agama RI, Hilman Latief, dalam arahannya yang disampaikan secara virtual, menekankan pentingnya integritas dan profesionalitas para petugas. “Seleksi ini memberikan kesempatan kepada semua kalangan untuk menjadi pelayan jamaah haji. Kami berharap mereka yang terpilih mampu menjalankan amanah dengan baik, serta mengimbangi dinamika kebutuhan jamaah,” ujar Hilman.
Ia juga menambahkan bahwa pelayanan yang baik akan berkontribusi pada kesuksesan penyelenggaraan ibadah haji secara keseluruhan. “Kepuasan jamaah adalah tujuan utama yang harus diwujudkan melalui kerja keras dan dedikasi para petugas,” tutupnya.
Proses seleksi ini diharapkan menghasilkan petugas yang berintegritas dan berdedikasi tinggi. Petugas haji daerah nantinya akan dibiayai oleh pemerintah daerah dan bertugas sebagai mitra petugas pusat dalam mendukung kesuksesan penyelenggaraan ibadah haji.
Memiliki harapan besar, seleksi ini menjadi langkah awal dalam memastikan jamaah haji asal Bali mendapatkan pelayanan terbaik, sekaligus menjadikan tugas ini sebagai wujud nyata pengabdian kepada umat.(sn)