(Inmas Bali) “Beri aku sepuluh pemuda, maka akan aku guncang dunia” kata kata Bung Karno inilah yang menjadi penggugah bahwa perubahan ada ditangan pemuda. Menyadari hal itu, maka Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali melalui Sub.Bag Hukum dan KUB menyelenggarakan kegiatan Workshop Pengembangan Wawasan Multikultural bagi Tokoh Pemuda, Selasa, 26 Maret 2019 bertempat di Plagoo Hotel Nusa Dua Bali.
Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali Bapak I Nyoman Lastra, S.Pd, M.Ag menyampaikan bahwa peran pemuda sangatlah penting sebagai generasi penerus yang mampu mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Selain itu juga pemuda sebagai generasi milenial harus mampu menyaring dan menangkis segala informasi.
Hadir juga dalam kesempatan ini Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama Bapak Saefudin yang menyampaikan pesan penting kepada peserta bahwa penting nya moderasi bergama. Dalam beragama harus mampu menghargai perbedaan tidak boleh menganggap agama kita diatas agama lain karena pada hakikatnya agama kita yang terbaik itu benar, namun kita juga harus mampu menghargai dan menghormati perbedaan.
Kegiatan yang berlangsung satu hari ini juga diisi dengan pemberian doorprise kepada peserta yang hadir paling awal. Kegiatan ini diikuti oleh 110 peserta yang terdiri dari perwakilan pemuda lintas agama kabupaten Badung, Tabanan, Gianyar, dan Kota Denpasar. (sn)