Denpasar (Kemenag) - Kementerian Agama mengadakan bimbingan perkawinan untuk mahasiswa di Bali, dengan tema "Tren Penurunan Angka Pernikahan dan Bekal Nikah Bagi Generasi Muda". Kegiatan ini berlangsung pada Rabu, 14 Agustus 2024, di Institut Teknologi dan Bisnis STIKOM Bali dan merupakan bagian dari rangkaian Indonesia Marketing Festival (IMF) 2024 yang diselenggarakan oleh Markplus.
Seminar ini menghadirkan narasumber Abu Siri selaku Kepala Bidang Bimbingan Masyarakat Islam, Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali. Hadir juga dalam kesempatan ini Kepala Bagian Tata Usaha, serta jajaran Markplus Indonesia.
Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Provinsi Bali, Arjiman menyampaikan bahwa Kementerian Agama menyambut hangat kerjasama dengan Markplus yang mampu mendekatkan Kementerian Agama dengan generasi muda. “Diharapkan dengan kerjasama ini Kementerian Agama yang telah bertransformasi makin dengan ditengah generasi muda. Isu terkini terkait pernikahan pun menjadi topik hangat untuk membuka wawasan dan juga memberi bekal generasi muda ini untuk siap dalam membangun keluarga kelak,” jelas Arjiman.
Bimbingan perkawinan ini mengapa ini masuk dalam rangkaian Indonesia Marketing Festival 2024, karena kita juga ingin mengingatkan, kestabilan keluarga akan memiliki dampak besar bagi stabilitas negara, termasuk perekonomian di dalamnya.
Sementara itu, Abu Siri selaku Kepala Bidang Bimbingan Masyarakat Islam menyampaikan bahwa hal mendasar yang menjadi penyebab dari berkurangnya minat anak muda untuk menikah adalah karena factor ekonomi dan maturity atau kematangan diri. Hal ini yang harus dimiliki oleh tiap individu yang akan memasuki jenjang pernikahan.
"Maturity ini berdampak terhadap dua hal, yang pertama yaitu kemampuan kita dan keberanian kita untuk memperjuangkan hak kita. Yang Kedua adalah kemampuan untuk memahami dan mempertimbangkan kebutuhan orang di depan kita atau pasangan kita," ujar Abu Siri.
Dikatakannya, perkawinan yang bahagia dimulai dari mengetahui apakah diri sendiri siap untuk menjadi pasangan yang tepat atau tidak, bukan dengan semata-mata hanya mencari pasangan yang tepat.
“Sebagai tonggak generasi penerus kepemimpinan nasional, para remaja/pemuda saat ini mesti dibekali life skill dalam memenej dirinya menjadi generasi yang produktif dalam mengasah dirinya menggapai cita-cita awal yaitu sukses dalam dunia pendidikan yang dibarengi perilaku positif yang mempunyai prinsip hidup dalam menangkal pengaruh negatif terhadap remaja saat ini,” Jelas Abu Siri
Dihadapan 250 mahasiswa dari ITB Stikom, Elizabeth, dan Universitas Warmadewa ini Kementerian Agama melalui Kantor Wilayahnya mencoba membuka wawasan baru dan memberikan bekal kepada generasi muda agar mampu mempersiapkan dengan matang bekal untuk menikah.
Kegiatan IMF 2024 akan berlangsung di tujuh kota, yaitu Yogyakarta (31 Juli-1 Agustus 2024), Pekanbaru (5-6 Agustus 2024), Palembang (7-8 Agustus 2024), Manado (12-13 Agustus 2024), Bali (14-15 Agustus 2024), Bandung (19-20 Agustus 2024), dan Surabaya (21-22 Agustus 2024). Rangkaian IMF 2024 juga dimeriahkan stand pameran capaian kinerja dan konsultasi layanan Kemenag.(sn)