(Inmas Bali) Bertempat di Ruangan Rapat Ka. Kanwil Kemenag Prov. Bali,
Selasa, 12 Nopember 2019, Ka. Kanwil Kemenag Prov Bali, I Nyoman Lastra, didampingi
oleh Kasubag. Perencanaan dan Keuangan, Giriyasa dan Kasubag. Informasi dan
Kehumasan, Buda Antara serta Kasubag. Umum, Luh Gede Sariti, menerima Rombongan
dari Kanwil Kemenag D.I. Yogyakarta yang dipimpin oleh Ka. Kanwil D.I. Yogyakarta,
Kabag. TU, Kasubag Perencana dan Keuangan, Jafung Perencana dan JFU Pada Subag.
Perencanaan dan Keuangan, berjumlah 18 Orang.
Dalam kesempatan dalam pertemuan Ka. Kanwil D.I.Y, menyampaikan maksud
kedatangannya beserta rombongan, dalam rangka silaturahmi mempererat
persaudaraan, sekaligus menimba ilmu, belajar bagaiman Kanwil Kemenag. Bali,
mengelola dan mengkreasi PTSP sehingga mendapat apresiasi penyelenggaraan PTSP
terbaik. Disamping itu pula bagaimana pola mengelola Keuangan, sehingga berharap
kedepannya Kanwil DIY bisa berkreasi lebih baik dari Bali. Di Bali, rencana
kunjungan kerja selama 3 hari, dari Selasa s.d. Kamis, 12 s.d. 14 Nopember
2019.
Ka. Kanwil. Kemenag. Prov. Bali, Nyoman Lastra, menyampaikan rasa terima
kasih atas kunjungan Ka. Kanwil Kemenag DIY, beserta rombongan ke Bali. “Kanwil
Kemenag Prov Bali dulunya belajar dari Kanwil Kemenag DIY tentang PTSP dengan
mengirim para Kabid dan Kasubag”.
“Bali sesungguhnya sama dengan DIY, tidak beda struktur dan tradisi”,
kata Lastra.
“Apa yg dilakukan dan apa yang didapat di Yogyakarta, tidak sia-sia”. Lastra
juga menyampaikan bahwa Inovasi PTSP Kanwil Bali dikerjakan oleh ASN. Bali bisa
lebih cepat karena akses dan Teknologi Internet bagus, sama dengan di Yogyakarta.
Ka Kanwil Kemenag Prov. Bali juga mengajak membangun Inovasi. Untuk
mengevaluasi serapan anggaran Bali, sampai hari ini 81,28 %, masih kurangnya
serapan karena ada belanja modal pembangunan gedung di Perguruan Tinggi Agama
yang masih berlangsung dan Diklat di Balai Diklat Keagamaan yang anggarannya
belum terserap.
Untuk mengevaluasi serapan anggaran dan laporan, telah dibuatkan inovasi
oleh agen perubahan yang disebut SPEAK, yang dilakukan pertemuan secara rutin
setiap bulan, secara bergilir di Kamenag. Kab/Kota, Perguruan Tinggi Keagamaan
dan Balai Diklat Keagamaan.
Bali juga dipilih, untuk sertifikasi ISO. 37001, dari 10 Satker di Bali,
dipilih 5 Satker menjadi Pilot Project ZI menuju WBK dan WBBM.
Akhir sambutan Lastra menyampaikan, tidak ingin terbaik mengalahkan yang
lain, akan tetapi mengajak berinovasi bersama-sama, tidak mengatakan beban akan
tetapi tantangan.