(Inmas_Bali) Senin, 7 Nopember 2016, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali, Ny. Suarni Lastra gelar tatap muka dengan anggota Dharma Wanita Persatuan Unit Kementerian Agama Kab. Jembrana di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jembrana, Jl. Hasanuddin No. 1 Negara, yang sekaligus mensosialisasikan tentang Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK).
Dalam acara ini ketua Dharma Wanita Kementerian Agama Kab. Jembrana bersama seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan Unit Kementerian Agama Kab. Jembrana unjuk gigi dalam simulasi SPAK. Pada acara ini Ketua Dharma Wanita Persatuan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali memberiakan arahan dan motivasi kepada seluruh Dharma Wanita yang ada dilingkungan Kementerian Agama Kabupaten Jembrana agar Dharma Wanita Persatuan dapat menerapkan nilai-nilai kejujuran mulai dari lingkungan keluarga.
Dalam kesempatan tersebut beliau menyampaikan bahwa peran perempuan sebagai seorang istri dari abdi negara harus mampu menjadi figur dalam rumah tangga, meningkatkan rasa kepedulian dan peran serta keluarga dalam masyarakat. Beliau juga berharap agar anggota Dharma Wanita sebagai ibu dilingkungan keluarga diharapkan melek teknologi agar mampu mengontrol dan mendidik anak-anak dalam pemanfaatan teknologi dan juga dari segi ekonomi, sosial dan budaya. Maknanya mengandung nilai-nilai yang tinggi untuk membentuk watak masyarakat yang cerdas, dapat mengontrol emosi, beretika dan mendalami ritual dan tetap menjalankan Agama sesuai dengan keyakinannya. Disamping itu, tujuan dari arahan beliau yaitu agar anggota Dharma Wanita memiliki rasa keikhlasan, kejujuran, tanggung jawab dan berjiwa professional, penuh dengan ide dan inovasi yang cemerlang agar memberikan suri tauladan bagi masyarakat.
Acara yang dibuka oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jembrana Bapak Drs. I Gusti Komang Sumberjana, MM. Dalam sambutannya beliau menyampaikan seorang istri apalagi istri seorang PNS harus faham dengan profesi yang digeluti oleh suami masing-masing, tanggung jawab yang diemban tentu tidak sama dengan istri non PNS, kita punya tanggung jawab baik kepada keluarga maupun instansi atau organisasi tempat suami bekerja. Selain mengagendakan rapat rutin bulanan, juga diisi dengan sosialisasi tentang Gerakan Nasional “Saya Perempuan Anti Korupsi”
Seusai Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali memberikan arahan, dilanjutkan dengan simulasi SPAK. (udiani)