(Humas Bali) – Jumlah guru agama masih kurang, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali Komang Sri Marheni menyampaikan situasi ini kepada anggota Komisi 8 DPR RI dalam rangka masa reses persidangan tahun 2021 di Provinsi Bali Senin, 20 Desember 2021. Diterima di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali, rombongan disambut juga oleh Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati atau yang sering disapa Cok Ace.
Wakil ketua Komisi VIII DPR RI yang juga sebagai ketua Tim Kunjungan Ke Bali TB. Ace Hasan Syadzily menyampaikan maksud dan tujuan kedatangannya bersama rombongan adalah untuk menyerap aspirasi terkait kerukunan umat beragama, sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta penanggulangan bencana.
“Tahun 2022 mendatang, Bali menjadi pusat bagi kelompok G20 hal ini menjadi pertaruhan nama baik bangsa dan diharapkan peran dari semua pihak sehingga mampu mengembalikan kepercayaan public dan akhirnya nanti mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat menuju negara yang makmur, adil, dan sejahtera.” Ujar Ace.
Komang Sri Marheni selaku Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali dalam kesempatan ini juga menyampaikan bahwa pelayanan keagamaan di Provinsi Bali masih dilakukan secara online. Belum berakhirnya pandemi covid 19 menjadi alasan mengapa pelayana dilakukan secara online. Terlebih dengan munculnya varian baru dari Covid 19, menjadikan keselamatan masyarakat sebagai pengguna layanan diproritaskan.
"Pelayanan tetap kami lakukan dengan maksimal, meskipun dengan online. Tapi belum semua masyarakat terbiasa dengan digitalisasi sehingga untuk beberapa pelayanan ada yang dilakukan secara offline," ujar Komang.
Komang juga mengatakan bahwa geliat wisata di Bali mulai terlihat kembali dengan menurunnya kasus penderita Covid 19. Ia mengungkapkan, pengunjung mulai ramai kembali datang ke Bali. Untuk itu kata Komang pelayanan dilakukan dengan prokes yang ketat dan memastikan semua petugas pelayanan sudah divaksinasi.
"Kami selalu lakukan pengecekan berkala, bagaimana pelayanan di masyarakat, di KUA, pembelajaran tatap muka di Madrasah, pelayanan haji dan lain-lain sehingga masyarakat tetap aman, nyaman dan tenang ketika harus keluar rumah terlebih berurusan di Kementerian Agama," Imbuh Komang.
Selain itu ditambahkan Komang, terkait antisipasi bencana alam di provinsi Bali para penyuluh agama selalu kami arahkan dan imbau untuk menjadi garda terdepan dalam melakukan sosialisasi dan juga pembinaan keagamaan.
"Kami juga selalu meninstruksikan para penyuluh di Bali, untuk melakukan sosialisasi bagaimana mengantisipasi bencana alam yang sewaktu-waktu bisa saja terjadi di Bali," lanjutnya.(sn)