Cari

Pilih tema:
Selamat Datang ZI

Tutup Rakerwil, Kabag TU Ajak Menjadi Pemimpin Solutif

(Humas Bali) Setelah berlangsung selama tiga hari, Senin 12 April 2021 bertempat di Plagoo Holiday Hotel Nusa Dua, Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Kementerian Agama Provinsi Bali resmi ditutup oleh Kepala Bagian Tata Usaha Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali.

Menurut Kepala Sub.Bagian Organisasi Tata Laksana dan Kerukunan Umat Beragama I Wayan Serinada, kehadiran Ketua FKUB dan Majelis Desa Adat sangat memberikan kontribusi dalam merumuskan berbagai strategi terkait program moderasi beragama. Kehadiran merka dapat membangun komunikasi untuk mewujudkan persepsi yang sama

Hasil pembahasan sidang komisi ditanda tangani oleh Kabag TU, Kabid, dan Pembimas dilingkungan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali. Dimana hasil siding komisi ini sedapat mungkin dilaksanakan dan tentunya juga nantinya akan dievaluasi.

Sementara itu dalam arahannya Nurkhamid selaku Kabag TU menyampaikan terkait percepatan pelayanan publik diperlukan komitmen pimpinan secara bersama yaitu dengan mengubah cultureset dan mindset, yaitu mengubah pola pikir bahwa kita adalah pelayan masyarakat.

“Untuk mampu mengubah paradigm berpikir ini, diperlukan penguatan tim, dengan mampu membentuk supertim. Pimpinan harus mampu menguatkan kita semua dengan memberikan role model.” Ujar Nurkhamid

Lebih lanjut Nurkhamid menjelaskan dari hasil evaluasi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, menyatakan bahwa fakta yang ada dilapangan adalah bahwa satuan kerja yang telah berhasil meraih predikat WBK dan WBBM hanya sebatas kelengkapan dokumen saja, tetapi cultureset nya berlum berubah. Berdasarkan hal inilah Nurkhamid mengajak seluruh peserta Rakerwil yang merupakan pejabat eselon III dan IV pada satuan kerja dilingkungan Kementerian Agama se Bali untuk mampu menjadi pemimpin yang solutif.

Pemimpin solutif dimaksud Nurkhamid adalah pimpinan harus mampu memahami yang dipimpin bukan sebaliknya. “Paradigma ini harus terus digaungkan agar percepatan pelayanan publik bisa segera dilakukan” Tegas Nurkhamid.

Kemudian terkait penguatan moderasi beragama, Nurkhamid menyampaikan bahwa selain TNI dan Polri di Indonesia ini terdapat organisasi masyarakat yang membantu menjaga agama. Sehingga ormas ini juga merupakan mitra kerja kita yang harus selalu senantiasa kita rangkul untuk mampu membumikan moderasi beragama.

Moderasi beragama yang merupakan pemahaman agama ditengah tengah harus mampu dipahami juga oleh seluruh masyarakat. untuk itu, Nurkhamid mengajak peran serta seluruh ASN Kementerian Agama di Bali terlebih khusus kepada penyuluh agama dan penghulu yang merupakan garda terdepan layanan kepada umat untuk mampu menyebarkan moderasi beragama kepada seluruh masyarakat kita.(sn)


Galeri Foto-foto

Berita Sebelumnya
Jambore Pasraman Nasional (Jampasnas) IV
Berita Berikutnya
Ka.Kanwil Komang Sri Marheni Mantapkan Sinergitas Dengan Panenpa Melalui Inovasi Tangan Umat

Rekomendasi:

Berita Terbaru: