(Humas Bali) Usai menjadi Keynote Speech dan melaunching Rumah Moderasi Beragama UIN Suska Riau Selasa (8/12) Wakil Menteri Agama RI Zainut Tauhid Sa'adi menghadiri kegiatan Pembinaan Organisasi Masyarakat Islam yang digelar oleh Bidang Bimbingan Masyarakat Islam Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali bertemppat di Aula Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali.
Hadir dalam kegiatan ini, perwakilan organisasi masyarakat Islam Provinsi Bali, Kepala Bidang, Pembimas, Kasubbag dan Kasi di lingkungan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali. Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali Komang Sri Marheni menyampaikan bahwa kehidupan bermasyarakat di Bali saat ini cukup kondusif dengan kearifan lokal yang dibangun yaitu menyama braya (kita semua bersaudara).
“Walaupun tidak dipungkiri adanya riak riak gesekan dimasyarakat namun, semua itu bisa diatasi dengan koordinasi yang cukup baik dengan tokoh agama maupun dengan tokoh masyarakat. Koordinasi juga dilakukan dengan elemen yang terkait guna bersama membangun kerukunan di Bali” Ujar Marheni.
Komang Sri Marheni juga menjelaskan bahwa Kanwil kementerian Agama Provinsi Bali saat ini telah menerapkan merit sistem dalam tata laksana pegawainya. Lebih lanjut Marheni juga menjelaskan bahwa saat ini komitmen dari Kementerian Agama Provinsi Bali untuk membangun Zona Integritas pada satuan kerjanya. Saat ini sudah ada tiga satuan kerja yang berpredikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan satu satuan kerja yang sedang menuju Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM).
“Kedepannya kami berkomitmen untuk mampu membangun Zona Integritas dengan predikat WBK dan WBBM diseluruh Kabupaten Kota se Bali. Karena dengan adanya predikat WBBM masyarakat mendapat keyakinan akan pemberian pelayanan yang baik” tegas Marheni.
Sementara itu Wakil Menteri Agama RI Zainut Tauhid Sa'adi dalam arahannya menyampaikan tiga poin penting yaitu pertama terkait pentingnya menerapkan protokol kesehatan guna memutus penyebaran Covid 19. Hal kedua yang disampaikan Wamenag adalah pentingnya kita tetap menjaga harmoni kehidupan beragama. Keberagaman yang hadir ditengah tengah kita dengan Pancasila sebagai perekat kesatuan bangsa. Zainut Tauhid menjelaskan bahwa Pancasila merupakan dasar negara yang digali dari kearifan yang lahir dari perut bumi pertiwi dengan nilai adat, isitiadar, dan budaya Indonesia yang disepakati bersama agar kita bisa hidup berdampingan dengan baik.
“Pancasila merupakan bentuk kesepakatan nasional. Penting kita membangun pemahaman bahwa Pancasila pengikat pemersatu bangsa. Karena Indonesia ini terdiri dari berbagai keberagaman adat istiadat budaya” Jelas Zainut Tauhid.
Kemudian Wamenag menyampaikan perihal bagaimana kita mampu mengembangkan kehidupan beragama yang moderat.
“Nilai nilai moderasi beragama menjadi pilihan untuk kita mampu bersikap dalam kehidupan beragama” Ujar Zainut Tauhid.
“Agama pasti moderat. Agama mengajarkan nilai nilai moderat, yang perlu dimoderatkan adalah cara berplir pemeluk agama karena pemeluk agama memiliki cara berpikir yang berbeda. Dengan moderasi beragama kita memiliki sikap toleran dan menghormati pendapat orang lain. Kearfin lokal menjadi nilai pemersatu asal jangan bertentangan dengan nilai ajara agama” Jelas Zainut Tauhid
Zainut Tauhid juga berharap Provinsi Bali mampu menjadi model kerukunan hidup beragama yang bisa ditiru oleh daerah lain. Dengan peran dari tokoh agama yang dapat menjadi contoh yang baik bagi masyarakatnya sehingga mampu membawa masyarakat ke kehidupan yang lebih baik lagi.(sn)