(Inmas Bali) Sebuah terobosan baru digelar oleh Sub.Bag Hukum dan KUB dengan menyelenggarakan lomba melukis kerukunan tingkat SLTA yang mengusung tema Warna Warni Baliku. Kemajemukan yang ada di Provinsi Bali ini menjadikan Bali sering disebut sebagai “Laboratorium Mini Kerukunan Hidup Umat Beragama”. Bertempat di halaman Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali Minggu, 19 Maret 2017 digelar lomba melukis kerukunan yang diikuti oleh 120 peserta siswa SLTA seluruh kabupaten/kota se-Bali yang merupakan perwakilan dari lima agama, pada tahun ini Khonghucu belum dapat mengirimkan pesertanya, diharapkan pada tahun mendatang Khonghucu dapat berpartisipasi dalam lomba melukis kerukunan, seperti yang disampaikan oleh Bapak Drs. H. Saefuddin, M.PdI selaku ketua panitia dan juga Ka.Sub.Bag Hukum dan KUB.
Lomba melukis kerukunan ini bertujuan untuk mengajak peserta untuk mampu bersosialisasi dengan umat yang berbeda agama, menggali imajinasi mengenai ragam kerukunan umat beragama yang dituangkan dalam media lukisan, serta juga sebagai media rekreasi edukatif.
Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali Bapak I Nyoman Lastra, S.Pd, M.Ag dalam sambutannya menyampaikan bahwa tema Warna Warni Baliku yang diangkat dalam kegiatan ini karena Bali memiliki banyak keyakinan namun tetap mampu hidup berdampingan dalam keberagaman ini. Hal ini menujukkan bahwa kemajemukan yang sangat indah ditengah pembauran yang ada. Beliau juga menyampaikan bahwa melalui kegiatan semacam ini dapat menanamkan toleransi sejak dini, teknologi yang begitu pesat akhir akhir ini juga perlu diwaspadai dan dapat dengan bijak memanfaatkan teknologi yang ada saat ini. Keberagaman yang ada menjadikan bangsa Indonesia menjadi besar dalam wadah negara kesatuan republik Indonesia. Kegiatan ini juga merupakan implementasi dari visi dan misi Kementerian Agama dalam mewujudkan kerukunan hidup umat beragama.
Acara ini dibuka secara resmi oleh wakil gubernur Bali yang dalam kesempatan ini diwakili oleh Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Bapak Ir. Jaya Wijaya, M.Si. Dalam arahannya beliau menyampaikan bahwa kita sebagai makhluk sosial harus mampu beradaptasi dengan baik di lingkungan sekitar kita berada. Kerukunan yang ada saat ini beliau harapkan agar terus senantiasa dipupuk untuk meminimalisir gejolak gejolak sosial yang ada. Selain itu juga beliau menyampaikan bahwa kegiatan ini mampu meningkat iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, meningkatkan rasa toleransi, kerjasama, dan saling menghargai antar umat beragama. Acara ini juga dihadiri oleh seluruh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kota se-Bali dan Kepala Bidang/Pembimas di lingkungan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali.(sn)