Cari

Pilih tema:
Selamat Datang ZI

Workshop Pemahaman Deradikalisme dan Counter Radikalisme di Kalangan Mahasiswa

(Inmas Bali) Rabu, 17 Juli 2019, Revolusi Industri 4.0 ditandai dengan pesatnya kemajuan teknologi memiliki dampak yang sangat luas baik dampak positif maupun negatif tidak dapat dihindari. Dengan kemajuan teknologi tentunya dapat mempermudah segala aktifitas manusia, namun dibalik itu pula jika hal tersebut tidak dibentengi dengan nilai-nilai kebenaran maka akan menjadi alat penghancur. Begitu pula dalam hal menjaga Kerukunan Umat Beragama, kemajuan teknologi ini terkadang digunakan sebagai sarana untuk merusak tatanan kerukunan umat beragama dengan salah satunya menyebarkan berita bohong (HOAX) maupun menyebarkan ajaran ajaran radikalisme yang bertentangan dengan Ideologi Pancasila.

Menyikapi hal tersebut, Sub.Bagian Hukum dan Kerukunan Umat Beragama mengadakan kegiatan Workshop Pemahaman Deradikalisme dan Counter Radikalisme di Kalangan Mahasiswa yang bertempat di STIKOM Bali. STIKOM Bali menjadi tempat pelaksanaan kegiatan tersebut dikarenakan STIKOM Bali adalah perguruan tinggi yang melahirkan embrio embrio dibidang teknologi sehingga perlu pula mendapat pembekalan akan pentingnya kerukunan umat beragama agar sejalan dengan ilmu yang dimiliki.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Prov. Bali, I Nyoman Lastra mengatakan bahwa para Mahasiswa ini nantinya adalah calon calon pemimpin bangsa maka dari itu ideologi kebangsaannya wajib diperkuat. Menurut beberapa lembaga survei proses doktrin radikalisme itu tidak menutup kemungkinan bisa berasal dari para pengajar di beberapa kampus. Namun janganlah meributkan hal itu, mari bersama-sama kita meyakinkan diri kira sendiri akan pentingnya nilai niali kebangsaan untuk mempertahankan kerukunan kita yang telah lama dipelihara oleh para pendahulu kita.

Salah satu peserta bernama Bagus Mulia menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat penting dilakukan karena dapat menjadi penyeimbang antar kemampuan teknologi yang dimiliki mahasiswa dengan ideologi kebangsaannya. Bagus juga mengharapkan agar kegiatan seperti ini tetap berkelanjutan.

Workshop Pemahaman Deradikalisme dan Counter Radikalisme di Kalangan Mahasiswa ini dilaksanakan selama satu hari yang diisi oleh empat narasumber, Ka.Kanwil Kemenag Prov. Bali, Rektor STIKOM Bali, Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Bali, dan Ka.Sub.Bagian Hukum dan KUB.

Galeri Foto-foto

Berita Sebelumnya
Jambore Pasraman Nasional (Jampasnas) IV
Berita Berikutnya
Rapat Evaluasi Pembangunan ZI WBK - WBBM Kementerian Agama Tahun 2019

Rekomendasi:

Berita Terbaru: