(Humas Bali) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Bali melakukan Rapat Koordinasi terkait seruan bersama Hari Suci Nyepi Tahun Caka 1945 Senin (13/3/2023).
Bertempat di Ruang Rapat Praja Sabha Kantor Gubernur Bali Asisten I Sekretaris Daerah Provinsi Bali I Gede Indra Dewa Putra memimpin jalannya rapat koordinasi yang dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali, ketua majelis agama dan kegamaan se-Bali, Kabag TU Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota se-Bali, perwakilan SKPD Provinsi Bali, pihak layanan bandara, dan provider telepon selular.
Kegiatan ini dilaksanakan guna mencari pedoman dan merumuskan bersama pelaksanaan hari suci Nyepi pada tanggal 22 Maret 2023 mendatang yang juga bertepatan dengan pelaksanaan solat tarawih pertama bagi umat Islam.
Komang Sri Marheni selaku Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali dalam kesempatan ini menyampaikan rapat ini dimaksudkan agar pelaksanaan Hari Suci Nyepi berjalan dengan baik, terjalin kebersamaan antar umat beragama, serta ketertiban dalam pelaksanaan Hari Suci Nyepi dapat berjalan dengan baik. “Hasil dari rapat ini yaitu berupa seruan bersama diharapkan nanti dapat menjadi acuan dalam melaksanakan Hari Suci Nyepi” Ujar Komang Sri Marheni.
Seluruh tokoh adat dan agama duduk bersama guna menghasilkan rumusan bersama yang dapat dipedomani dan agar hasil keputusan ini dapat disebar luaskan kepada masyarakat luas karena yang patut menaati hasil rumusan keputusan bersama ini adalah umat atau masyarakat itu sendiri. Komang Sri Marheni juga berharap agar seluruh tokoh yang hadir mampu kiranya menyampaikan seruan ini agar tidak menimbulkan salah paham yang nantinya mampu memicu konflik.
Pada dasarnya hasil seruan ini tidak begitu banyak berubah dari tahun sebelumnya hanya penambahan pada poin pelaksanaan ibadah salat tarawih bagi umat Islam dianjurkan untuk melakukan ibadah di rumah masing masing atau rumah ibadah terdekat serta dalam pelaksanaan ibadah salat agar penggunaan lampu penerangan dapat dibatasi. Serta bagi umat lain dalam pelaksanaan ibadah dilakukan dirumah masing masing.
Hasil seruan bersama ini ditandatangani oleh seluruh ketua majelis agama dan kegamaan se-Bali, Gubernur Bali dan kepala instansi terkait yang nantinya akan disebarluaskan dan dapat menjadi pedoman pelaksanaan Hari Raya Suci Nyepi.(sn)