(Inmas Bali) Menteri Agama Republik Indonesia Lukman Hakim Saifudin menyampaikan bahwa Zakat adalah “Jantung Filantropi Islam” untuk membantu mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan keadilan sosial-ekonomi di tengah kehidupan bangsa, hal ini beliau sampaikan saat mewakili Presiden Republik Indonesia Bapak Joko Widodo dalam acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Tahun 2018, Rabu 21 Maret 2018 bertempat di Hotel Grand Inna Bali Beach Denpasar Bali.
Lebih lanjut beliau menyampaikan bahwa BAZNAS semakin kuat dari waktu ke waktu dan mendukung misi dari Kementerian Agama khususnya meningkatkan kualitas kehidupan beragama, kualitas pendidikan keagamaan dan kualitas kerukunan antarumat beragama. Salah satu instrument yang amat penting untuk memoderasi kesenjangan sosial ekonomi ialah potensi dana sosial keagamaan, khususnya zakat, infak, sedekah, dan wakaf.
Dalam dekade belakangan, dukungan dan perhatian multi stakeholders terhadap sektor sosial keuangan syariah, khususnya zakat cukup tinggi. Menag menyampaikan “Kita semua mengetahui Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mengakomodasi zakat sebagai potensi keuangan syariah yang perlu dioptimalkan pemanfaatannya.” Potensi pengumpulan zakat tercantum di dalam Masterplan Arsitektur Keuangan Syariah Indonesia (MAKSI) yang diluncurkan oleh Bappenas sejak tahun 2015.
Gerakan zakat yang bersifat massif dan inklusif memiliki nilai strategis sebagai instrument untuk mengatasi kemiskinan dan kesenjangan sosial ekonomi. Beliau menegaskan lagi bahwa peran Kementerian Agama, BAZNAS, dan LAZ harus saling memperkuat dalam “semangat interpendensi” yang tak bisa dilepaskan. Hadir dalam pembukaan rakernas ini Dirjen Bimas Islam, Kepala Kantor Kementerian Agama Provinsi Bali, dan Rektor IHDN Denpasar.(sn)