Cari

Pilih tema:
Selamat Datang ZI

Afirmasi Pendidikan Agama dan Keagamaan Membentuk SDM Berkualitas dan Berdaya Saing

Humas Bali - Dalam rangka percepatan implementasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 di bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI (Kemenko PMK) melalui Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Moderasi Beragama menggelar kegiatan Rapat Koordinasi Strategi dan Pengembangan Kebijakan Pendidikan Agama dan Keagamaan di Provinsi Bali, bertempat di Aula Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali. Rabu (15/05/2024)

Rapat Koordinasi ini dimaksudkan untuk identifikasi masalah, menyepakati langkah-langkah solutif dan kolaboratif serta beberapa isu permasalahan lainnya, serta untuk memperoleh informasi tentang strategi pengembangan juga sinkronisasi kebijakan pendidikan agama dan keagamaan di Provinsi Bali.

Rapat Koordinasi ini dibuka oleh Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Moderasi Beragama yang diwakili oleh Plt. Asisten Deputi Pendidikan Keagamaan Kemenko PMK Ahmad Saufi.

Dalam sambutan dan paparannya Ahmad Saufi menyampaikan percepatan dalam hal optimalisasi tata kelola pendidikan yang berpengaruh pada pencapaian mutu penyelenggaraan pendidikan serta sinkronisasi data serta aturan pusat dengan daerah. Diperlukan langkah signifikan untuk mempercepat peningkatan akses dan mutu pendidikan agama dan keagamaan yang mengarah pada peningkatan akses dan produktivitas, diharapkan agar lembaga pendidikan agama dan keagamaan dapat mengirimkan berbagai data terkait jumlah siswa, guru, regulasi, dan keperluan infrastruktur.

“Data kuantitatif kebutuhan guru agar valid dan akurat, menentukan kebutuhan sangat penting, maka koordinasikan data melalui satu pintu yaitu Kementerian Agama untuk selanjutnya akan dikoordinasikan dengan kementerian dan lembaga terkait”. Kata Ahmad Saufi.

Kakanwil Kemenag Prov. Bali Komang Sri Marheni yang diwakili oleh Kabag TU Kanwil Kemenag Prov. Bali Arjiman, menyampaikan materi “Strategi Pengembangan Akses dan Kualitas Pendidikan Agama dan Keagamaan di Provinsi Bali”.

Arjiman menjelaskan bahwa Indeks Kerukunan Umat Beragama di Bali 82,38 lebih tinggi dari Indeks Nasional 76.02, Dimensi Kesetaraan 85.97, Dimensi Kerjasama 81.35 dan Dimensi Toleransi 79.83 semua dimensi ini lebih tinggi dari Indeks Nasional, dan hal ini terwujud berkat peran serta tokoh agama, seluruh elemen masyarakat dan juga lembaga pendidikan agama dan keagamaan di Provinsi Bali.

"Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan mempunyai fungsi sangat vital, dalam mewujudkan cara pandang moderat yang menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan, local wisdom yaitu menyama-braya, kita semua bersaudara, ini harus dikembangkan dan ditanamkan pada anak-anak kita, apapun agamanya', lanjut Arjiman.

Kabag TU dalam paparan Strategi Pengembangan Akses dan Kualitas Pendidikan Agama dan Keagamaan di Provinsi Bali, pertama dengan meningkatkan fasilitas pendidikan dan pemenuhan sarana pendidikan, kedua adalah berikhtiar memanfaatkan teknologi, adanya aplikasi yg memudahkan guru mengakses bidang pendidikan agama, berkolaborasi dan bermitra dengan lembaga agama yang ada dalam rangka penguatan moderasi beragama, penilaian dan evaluasi apakah pendidikan agama sudah berjalan dengan baik, sarana sudah lengkap, serta guru sudah memenuhi syarat pengajaran.

Arjiman menyampaikan Strategi 3R mencakup hal pertama yaitu Respect, bagaimana menghargai sesama individu atau lembaga, kedua Responsibility bahwa semua bertanggung jawab, tanggung jawab mencakup manajemen yang baik, sumber daya manusia, anggaran dan sarana, dan yang ketiga Relation yaitu harus punya hubungan atau koneksi yang baik,  mampu mengedukasi lembaga-lembaga yang ada, serta mampu membangun jejaring lembaga pendidikan, dimana strategi 3R ini sudah diterapkan di Provinsi Bali dengan baik, sehingga pendidikan agama dan keagamaan di Provinsi Bali terus berkembang semakin baik akan berkontribusi untuk mewujudkan tahun 2045 menuju Generasi Indonesia Emas.

Narasumber Ida Nor Qosim mewakili Kepala Biro Perencanaan Kemenag RI dengan materi “Strategi dan Pengembangan Kebijakan Pendidikan Agama dan Keagamaan Kemenag Dalam Upaya Peningkatan Produktivitas dan Daya Saing Masyarakat”, menyampaikan Isu Strategis Bidang Pendidikan, Arah Kebijakan Bidang Pendidikan, Strategi Pengembangan Pendidikan serta Usulan Rancangan Indikator RPJMN dan Renstra 2025-2029 dengan point meningkatnya layanan pendidikan agama yang berkualitas dan meningkatnya kualitas pengelolaan guru pendidikan agama dalam hal pengadaan, penempatan, pembinaan dan pengembangan guru.

Rapat Koordinasi ini dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab, diikuti oleh 50 orang peserta yang terdiri dari unsur tokoh lintas agama, unsur pimpinan perguruan tinggi keagamaan, unsur sekolah keagamaan di Provinsi Bali. (Anm/cace)

Berita Sebelumnya
Jambore Pasraman Nasional (Jampasnas) IV
Berita Berikutnya
Kabag TU Harapkan Virus Moderasi Beragama Menular Sekuat - kuatnya

Rekomendasi:

Berita Terbaru: