Bidang PHU - Bali : Di tengah-tengah penyelenggaraan Koordinasi Program dan Kegiatan
Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah se-Indonesia, Direktur Pembinaan (Dirbina)
Haji Ditjen PHU Kementerian Agama Republik Indonesia, H. Khoirizi Dasir,
berkesempatan menyapa sekaligus memberikan manasik haji bagi calon jamaah haji
Provinsi Bali yang berdomisili di sekitar Pantai Kedonganan Kuta Badung Bali,
Selasa (19/3).
Menurut H. Nadlah, Kasi Pembinaan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Provinsi Bali, sejatinya pertemuan ini tidaklah kegiatan yang direncanakan sebelumnya. "Mereka tahunya ada orang haji dari pusat yang mau ke Bali dan rencana makan siang di Pantai Kedonganan. Akhirnya mereka kumpulkan jamaah haji yang tinggal sekitaran Kedonganan dan menyampaikan ke kami bahwa mereka akan siap menjamu pak Dirbina sekaligus berharap wejangannya," ujarnya saat mendampingi Dirbina.
Dalam kesempatan yang terkesan santai, Dirbina mengajak sekitar
30-an jamaah yang akan berangkat haji tahun 2019 tersebut untuk mereview
pengetahuan manasik yang pernah didapatkannya. Walau sering tidak tepat dalam
menjawab pertanyaan yang diajukan Dirbina, H. Khoirizi Dasir menyemangati
jamaah agar terus menerus melakukan manasik. "Tidak harus hapal, yang
penting paham dan mengerti makna apa yang kita lakukan agar ibadah yang
dilakukan dapat dihayati ," ujarnya yang juga didampingi Kabid PHU Bali,
H. Kusnul Hadi, dan para Kabid PHU se-Indonesia.
Selain itu, H. Khoirizi juga meminta agar jamaah menebalkan semangat
sabar dalam menjalan ibadah haji. "Lha bapak-ibu saja menunggu kedatangan
kami disini yang jumlahnya 30-an orang pasti bersabar menunggu berjam-jam sambi
ngedumel, apalagi melayani jamaah haji 204 ribu pasti butuh kesabaran yang ekstra,
baik bagi petugasnya dan tentunya jamaahnya yang dilayani," tandasnya
sembari dibalas senyuman dan tawa canda dari jamaah.
Oleh karenanya, Dirbina mengajak jamaah untuk
mempertebal keimanan dan menyederhanakan niatan berhaji hanya untuk menggapai
ridlo Allah SWT. "Ndak usah bawa baju banyak-banyak kesana, cukup baju
untuk keperluan ibadah. Ntar kalau bawa baju banyak kesana, maka disana yang
dipikirkan hanya gonta-ganti baju saja. Kan eman-eman dah bawa baju banyak
kalau tidak dipakai disana. Akhirnya, mikir ibadahnya jadi kurang,"
jelasnya diimbangi dengan gurauan kepada jamaah.(dean)