Festival Seni Budaya Islam Tingkat Provinsi Bali diselenggarakan oleh Bidang Bimas Islam Kantor Wilayah Provinsi Bali di MAN Buleleng pada Ahad, 3 Nopember 2019 yang panitia penyelenggara diketuai oleh H. Mulyadi Saputra, S.Sos. MHI. Festival ini dihadiri oleh Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali, para pejabat dan organisasi masyarakat di Kabupaten Buleleng. Juga festival ini dihadiri para peserta utusan dari 9 kabupaten dan kota se-bali yang dipimpin oleh Kasi Bimas Islam setempat.
Festival Seni Budaya Islam ini dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali. Dalam sambutannya Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali mengatakan bahwa Festival ini dapat menangkal pengaruh budaya-budaya asing yang mungkin tidak sesuai dengan nilai-nilai luhur budaya Indonesia dan pembinaan umat untuk mengembangkan kreatifitas dalam seni budaya Islam di Indonesia bahkan di dunia. Pemerintah berkomitmen untuk mendorong budaya dan Seni Budaya Islam yang khas Indonesia.
Asisten III Bagian Kesra dan Kemasyarakatan, Made Budi Astawa yang mewakili Bupati Buleleng juga mengatakan dalam sambutannya bahwa masyarakat yang berbeda dapat disatukan dalam kepentingan yang besar yaitu Bineka Tunggal Ika. Memberi apresiasi atas terselenggaranya kegiatan Festival ini di Kabupaten Buleleng. Di Buleleng banyak seni tradisional yang berkembang di beberapa daerah di Kabupaten Buleleng, seperti burdah di Pegayaman, dan qasidah. Akan tetapi ada beberapa Seni seperti Gurindam dan, kaligrafi dan hadrah mengalami kemunduran. Oleh karena, Bupati mengajak para seniman untuk lebih mendorong seni- seni budaya tersebut agar lebih berkembang dan dikenal masyarakat. Di samping itu juga memberi sambutan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buleleng sebagai tuan rumah tempat penyelenggaraan festival
Festival yang selenggarakan kali ini cabang yang dilombakan adalah Bintang Vokalis dari golongan anak-anak, remaja dan dewasa. Lomba yang diikuti oleh peserta dari Kabupaten Kota se-Bali deng rincian golongan anak-anak sebanyak 18 orang, remaja 16 orang dan dewasa 16 orang. Hasil pemenangnya nanti akan berlaga pada Festival Seni Budaya Islam Tingkat Nasional yang akan diselenggarakan di Ambon pada tanggal 25 sd 30 Nopember 2019 yang akan datang. Adapun para juri yang menilai adalah juri yang professional sebanyak 3 orang yang terdiri dari 2 orang juri lokal Bali dan 1 orang dari Jogjakarta.
Kegiatan Festival yang diselenggarakan di MAN Buleleng tersebut dimeriahkan juga dalam pembukaannya oleh para seniman Gambus yang dipimpin oleh Masduki. Juga group siswa dari MIN Patas dan MAN Buleleng yang menampilkan gerak dan lagu serta tari Saman.