Cari

Pilih tema:
Selamat Datang ZI

Format Baru Rapat Koordinasi Kanwil

(Inmas Bali) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali menggelar Rapat Koordinasi melalui Sub.Bagian Ortala dan Kepegawaian Jum’at, 22 Februari 2019 bertempat di Ungasan Bay View Hotel and Convention Bali. Rapat Koordinasi ini merupakan tindak lanjut dari rapat kerja nasional yang bekum lama ini digelar oleh Kementerian Agama RI pada bulan Januari lalu. Menteri Agama RI Bapak Lukman Hakim Saifudin membuka secara resmi Rapat Koordinsai Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali Tahun 2019. Rakor diikuti oleh 150 orang peserta yang terdiri dari seluruh pejabat eselon II, III, dan IV di lingkungan Kementerian Agama Provinsi Bali. Hal baru juga untuk Rakor tahun 2019 ini karena menyadur dari bentuk Rakernas dimana tidak hanya fokus pada pemaparan materi saja tetapi lebih kepada sharing dari keberhasilan beberapa satuan kerja agar mampu ditularkan kepada satuan kerja yang lain.

Beberapa poin penting dari rakor kali ini adalah penguatan akan tiga mantra yaitu Moderasi Beragama, Kebersamaan Umat, dan Integrasi Data. Kata moderasi mengandung dua makna yaitu, memandu/mengatur/menengahi serta pengurangan kekerasan dan penghindaran keekstreman. Pada kesempatan ini Menag ingin menyampaikan ringkasan pemaknaan atas kata kunci “moderasi” sesuai tugas Kementerian Agama dalam bidang agama dan keagamaan. Tujuannya, agar konteks penggunaan kata ini tidak dipahami secara sempit dan tak pula dimaknai terlalu luas apalagi disalah-artikan. Untuk ringkasnya, Menag menyebut satu mantra sebagai kata magis untuk mempengaruhi khalayak agar kehidupan beragama di negeri ini berjalan sesuai harapan.

Mantra Kebersamaan umat yaitu dapat melahirkan kebersamaan dan penguatan rasa kebangsaan umat. Mantra ketiga yang penting kita pahami bersama adalah integrasi data. Dengan integrasi data, kita sesungguhnya juga sedang membangun data bersama. Data yang disusun oleh satu satker, bukan berarti milik satker yang bersangkutan, melainkan data bersama, dan karenanya harus dibagi untuk semua. 

Karenanya, selain sebagai Tahun Moderasi Beragama, Tahun 2019 ini hendaknya kita jadikan sebagai Tahun Sadar Data, di mana semua aparat Kemenag harus memiliki kesadaran terhadap pentingnya data (data awareness/ownership), sehingga tercipta budaya data. Dalam kesempatan ini juga Menag meresmikan empat bangunan yang dibiayai oleh SBSN (Surat Berharga Syariah Negara) yaitu Gedung KUA Denpasar Utara, KUA Kec. Negara, KUA Kec. Pekutatan dan MAN 2 Jembrana.(sn)


Galeri Foto-foto

Berita Sebelumnya
Jambore Pasraman Nasional (Jampasnas) IV
Berita Berikutnya
Menteri Agama SAPA 1.217 Penyuluh Agama

Rekomendasi:

Berita Terbaru: