Cari

Pilih tema:
Selamat Datang ZI

Gema Bali Kembali Dilakukan Ka Kanwil Komang Sri Marheni Bantu Korban Bencana Banjir

(Humas Bali) Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali Komang Sri Marheni Selasa, 25 Oktober 2022 didampingi Kepala Bagian Tata Usaha dan Anggota DWP Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali melaksanakan kegiatan gerakan sosial sebagai wujud kepedulian kepada sesama melalui Gema Bali (Gerakan Masyarakat Berbagi dan Peduli) bagi korban terdampak bencana banjir di daerah Banjar Biluk Poh Kecamatan Mendoyo Kabupaten Jembrana.

Sebagai umat beragama kita berkewajiban untuk saling tolong menolong, bantu membantu satu sama lain. Kita yang merasa mampu berkewajiban membantu orang lain yang tidak mampu, yang membutuhkan uluran tangan kita. Apalagi saat ini kita tengah melihat dan menyaksikan saudara – saudara kita yang berada di daerah kabupaten jembrana sedang terkena musibah bencana alam banjir bandang, maka kita semua berkewajiban ikut serta meringankan beban penderitaan mereka dengan memberikan sumbangan dan bantuan yang mudah-mudahan bisa meringankan beban penderitaan mereka akibat bencana ini.

“Atas nama Kanwil Kemenag Provinsi Bali, saya mengajak marilah kita semua berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa, semoga saudara-saudara kita tersebut diberi ketabahan dan kekuatan dalam menerima musibah ini dan bencana seperti ini tidak terjadi lagi di sekitar ini.” Ucap Marheni.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jembrana, dan BPBD Provinsi Bali menginformasikan insiden ini terjadi di Banjar Yeh Buah, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo. Banjir tersebut berlangsung setelah hujan lebat terjadi pada 16 hingga 17 Oktober 2022, sampai dengan pukul 18.00 WITA. Cuaca ekstrem ini juga berdampak pada kerusakan rumah dan pengungsian warga.

Banjir melanda sejumlah desa di 4 kecamatan, antara lain Desa Yehembang dan Tegalcangkring di Kecamatan Mendoyo, Desa Dangintukadaya, Air Kuning dan Sangkar Agung di Jembrana, Desa Sumbersari dan Melaya di Melaya, serta Desa Kaliakah dan Lelatang di Negara. 

Saat bencana terjadi, ketinggian air cukup tinggi di beberapa desa atau kelurahan. Kondisi itu mengharuskan BPBD dan unsur terkait lain untuk mengevakuasi warga. Warga yang mengungsi berasal dari Biluk Poh dan Samblong, Kelurahan Sangkar Agung. 

Selain  dampak kerusakan rumah dan pengungsian, cuaca ekstrem di wilayah Jembrana juga sempat merusak jembatan penghubung antara Kelurahan Tegalcangkring dan Desa Penyaringan. Jembatan tersebut sempat tidak bisa dilewati sehingga mengganggu kelancaran transportasi. Namun demikian, perkembangan pada hari Selasa (18/10), jembatan tersebut sudah dapat dilalui kendaraan roda dua dan roda empat terbatas dengan sistem buka tutup. 

Pascabencana, BPBD juga memantau banyak tumpukan batang kayu dan sampah yang terbawa banjir sehingga mengakibatkan kemacetan jalur Gilimanuk ke Denpasar.(sn) 

Sumber data: https://www.bnpb.go.id/berita/banjir-bandang-jembrana-satu-warga-hanyut-terseret-arus


Galeri Foto-foto

Berita Sebelumnya
Jambore Pasraman Nasional (Jampasnas) IV
Berita Berikutnya
Buka Forum R20, Presiden Joko Widodo: Bekerja Sama Untuk Meningkatkan Kontribusi Agama Dalam Menyelesaikan Masalah-Masalah Dunia

Rekomendasi:

Berita Terbaru: