(Humas Bali) Setelah hampir tiga tahun pertemuan pegawai dalam jumlah besar dibatasi, Sabtu (06/05/2023) seluruh pegawai beragama Islam dilingkungan Kementerian Agama se Bali mengikuti pembinaan pegawai serta dirangkaikan dengan ajang silaturahmi juga dihadiri oleh Kepala BDK Denpasar, Kepala Bagian, seluruh Kepala Bidang dan Pembimas dilingkungan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali serta Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kota se Bali bertempat di Kebun Raya Bedugul Kabupaten Tabanan.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali Komang Sri Marheni dalam kesempatan ini juga mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1444 H / 2023 M Minal Aidin Wal Faizin Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Kegiatan silaturahmi ini memiliki pesan moral yang begitu baik, tidak hanya mengimplementasikan nilai-nilai moderasi beragama dengan memahami makna kerukunan ditengah perbedaan. Perlu kita sadari bahwasanya Kementerian Agama merupakan salah satu lemabaga terdepan dalam menjaga kerukunan umat, sehingga banyak inovasi - inovasi program yang harus kita sampaikan ditengah - tengah masyarakat, salah satunya pentingnya kita memberikan kesadaran kepada masyarakat tentang pemahaman moderasi beragama.
Komang Sri Marheni dalam kesempatan ini menegaskan bahwa Menteri Agama RI telah menetapkan Tahun Toleransi pada 2022 lalu. Sebagai langkah untuk mewujudkan kerukunan umat beragama itu sendiri maka moderasi beragama termasuk toleransi beragama betul betul harus dikuatkan barulah kita mampu mewujudkan kerukunan umat beragama.
“Banyak inovasi inovasi program yang harus kita sampaiakn ditengah tengah masyarakat salah satunya yaitu pentingnya kita memberikan kesadaran kepada masyarakat tentang moderasi beragama itu. Jadi kita tidak akan menyampaikan ilustrasi ilustrasi teoritis kepada masyarakat untuk memaksakan mereka mengikuti apa yang kita arahkan, tetapi marilah kita selaku aparat Kementerian Agama memberikan contoh teladan yang rukun kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan. Melalui kegiatan kegiatan masyarakat kita akan melihat dan mendengar dan nantinya akan mempraktekkan.” Jelas Marheni.
Dijelaskan lebih kanjut oleh Ka Kanwil bahwa kegiatan semacam ini mampu menebarkan spora perubahan kepada masyarkat dan diharapkan mampu diikuti oleh agama lain untuk mampu merancang kegiatan yang melibatkan interaksi antar agama dalam perayaan hari besar agama.
“Kepada para penyuluh, penghulu, guru, dan pengawas yang hadir dalam silaturahmi ini diharapkan mampu untuk ikut memasifkan penguatan moderaasi beragama, tidak hanya berupa sosialisasi bersifat teoritis saja tetapi mari membuat inovasi keatif yang bisa kita wujudkan serta dapat dipraktekkan oleh umat kita khususnya oleh anak remaja kita yang nantinya akan menjadi pilar bangsa Indonesia.” Tegas Ka Kanwil.
Kegiatan ini selain mampu mengimplementasikan nilai nilai moderasi beragama juga membangun kesadaran sosial dengan menumbuhkan rasa kekeluargan kebersamaan untuk dapat menerima perbedaan. Karena moderasi beragama menekankan kepada kita agar kita mampu menerima setiap perbedaan.(sn)