(Humas Bali) Usai memberikan pembinaan pegawai pada Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Jembrana Kamis (3/12) Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali Komang Sri Marheni, S.Ag, M.Si membuka kegiatan Pembinaan Penyuluh Agama Islam PNS dan Non PNS Tahun 2020 bertempat di Hotel The Lerina Nusa Dua Kabupaten Badung. Didampingi oleh Kepala Bidang Bimbingan masyarakat Islam dan Kepala Seksi pada Bidang Bimas Islam Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali.
Penyuluh agama memiliki tugas utama memberikan bimbingan dan penyuluhan agama kepada komunitas masyarakat yang menjadi kelompok sasaran atau binaannya. Seiring dengan berkembangnya persoalan persoalan keagamaan dan kebangsaan, maka pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama memandang penting dan strategis keberadaan penyuluh agama.
Tujuan digelar kegiatan ini adalah mewujudkan pelaksanaan pembinaan penyuluhan agama islam PNS dan Non PNS Provinsi Bali tahun 2020 bersifat efektif, transparan, dan akuntabel. Kemudian sebagai upaya memaksimalkan kinerja penyuluh agama islam PNS dan Non PNS serta memberikan pemahaman tentang pengertian penyuluh agama islam.
Dalam arahannya Komang Sri Marheni menyampaikan bahwa pandemi Covid 19 ini membuat masyarakat menjadi lebih sensitif karena dampak psikis yang dialami umat saat ini. Karena itu peran penyuluh agama berada untuk hadir memberikan kekuatan untuk meningkatkan iman sehingga menghasilkan kekuatan imun dalam diri mereka.
“Saat ini didepan saya terdapat 56 penyuluh PNS dan Non PNS, jika ke 56 penyuluh ini memiliki jemaah 10 orang saja maka, sudah ada 560 orang di Provinsi Bali yang mampu diberikan penyuluhan terkait pemahaman moderasi beragama, sehingga mampu menangkal radikalisme atau mampu meminimalisir konflik antar dan intern umat beragama. Sehingga tugas saya sebagai Kepala Kantor Kementerian Agama Provinsi Bali dapat terbantu dalam menjaga kerukunan hidup umat beragama.” Ujar Marheni.
“Peran dan kinerja bapak ibu selaku penyuluh agama begitu besar untuk kemaslahatan umat, meskipun hak yang diterima kurang sesuai, namun yakinlah semua usaha bapak ibu adalah upayanya syiar dalam kebaikan.”jelas Marheni.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber Direktur Penerangan Agama Silam Kementerian Agama RI, Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali, Kepala Bagian Tata Usaha, dan Kepala Bidang Bimas Islam. (sn)