(Humas Bali) – Membuka Workshop Manajemen Media Sosial dalam Membangun Citra Instansi, Senin (15/5/2023) Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali Komang Sri Marheni mengajak pengelola kehumasan untuk memasifkan publikasi program kerja Kementerian Agama.
Bertempat di B Hotel and Spa Denpasar, melalui Sub.Bagian Umum dan Humas digelar Workshop Manajemen Media Sosial dalam Membangun Citra Instansi sebagai upaya pembinaan SDM pengelola kehumasan dan publikasi dilingkungan Kementerian Agama Provinsi Bali.
Tia Sastrina selaku ketua panitia dalam laporannya menyampaikan bahwa saat ini bahwa peran media sosial saat ini bukan lagi sebagai media bersosialisasi dan mencari informasi saja, akan tetapi dapat memperluas jaringan sekaligus membangun citra dimata publik. Bagi instansi pemerintah, media sosial merupakan salah satu media untuk mempublikasikan program, kebijakan, pelayanan, inovasi dan kinerja.
Komang Sri Marheni dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pengelola kehumasan dilingkungan Kementerian Agama Provinsi Bali yang telah bekerja keras dalam memasifkan program kerja sehingga pada tahun 2022 lalu Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali meraih lima penghargaan yang begitu membanggakan.
“Seberapapun besar dan pentingnya produk suatu instansi jika tidak dikemas dan dipublikasikan dengan massif dan menarik maka tidak akan diketahui oleh publik maupun stakholders.”Ujar Marheni.
Disampaikan pula oleh KaKanwil bahwa seluruh instansi saat ini telah menggunakan dan memanfaatkan satu atau lebih media soisal sebagai sarana komunikasi kepada masyarakat. Media sosial dianggap sebagai media yang sanagat efektif yang mampu menciptakan keterbukaan informasi publik dan menyebarluaskan program dan kebijakan pemerintah serta mampu berinteraksi, mengakomodir dan menyerap aspirasi dari berbagai kalangan. Namun, apabila tidak dikelola dengan etika yang baik dan bijak, penggunaan media sosial sebagai alat komunikasi kehumasan akan dapat membawa dampak negatif bagi citra instansi.
Ka Kanwil berharap pengelola media sosial dapat memiliki dan memahami wawasan terhadap konten media sosial yang akan dipublikasikan dengan memperhatikandan menyimak apa yang sedang terjadi di media sosial. Sehingga dengan strategi dan momentum yang tepat konten media sosial yang telah dikemas secara naratif dan menarik untuk dipublikasikan akan sesuai dengan tujuan yang diinginkan dan mampu memberikan citra pada instansi kita.
Workshop ini dilaksanakan selama dua hari dan diikuti oleh 40 orang peserta yang terdiri dari 16 Orang dari Pranata Humas dan Pengelola Kehumasan pada Kanwil Kemenag Provinsi Bali, 9 Orang dari Pranata Humas dan Pengelola Kehumasan Kemenag Kabupaten Kota se Bali, 11 Orang dari Madrasah, dan 4 orang dari Instansi terkait.
Menghadirkan narasumber dari Tenaga Ahli Menteri Agama Republik Indonesia Bidang Teknologi Informasi, Dinas Komunikasi, Informasi, dan Statistik Provinsi Bali, dan pakar media sosial yang akan memberikan pemahaman dan pengetahuan terkait pengelolaan sosial dan media serta kebijakan terbaru terkait penggunaan media sosial.(sn)