Humas Bali, Rabu 14 Oktober 2020, Kegiatan Sradha Bakti
Siswa Hindu Tahun 2020, yang diselenggarakan di SMPN 4 Kintamani Kabupaten
Bangli, oleh Bidang Pendididikan Agama Hindu Kanwil Kementerian Agama Provinsi
Bali resmi di buka oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali,
Komang Sri Marheni, yang didampingi oleh Kepala Bidang Pendidikan Agama Hindu,
Ida Bagus Mastika, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangli, I Made
Subawa, beserta Kepala Sekolah dan Prajuru Desa Adat setempat.
Kegiatan ini bertajuk “Melalui Peningkatan Sradha Bakti
Siswa Hindu Kita Tingkatkan Kualitas Peserta Didik Yang Cerdas,Kreatif, Mandiri
dan Berkarakter”. Walau dalam situasi pandemi covid-19 saat ini, kegiatan ini
tetap menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat, yaitu sebelum dimulai
peserta wajib memakai masker, mencuci tangan dengan sabun atau handsaniteser
dan tetap menjaga jarak.
Komang Sri Marheni selaku Ka.Kanwil, dalam pembukaan acara
ini menghaturkan puja dan puji pangastuti kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa /
Tuhan Yang Maha Esa, karena atas restu beliau, ibu dan anak-anakku tercinta,
berserta semua yang ada dalam kegiatan “Sradha Bakti Siswa Hindu” dapat
berkumpul dengan keadaan sehat, walau dalam situasi pandemi saat ini. Dalam
pembukaan Sri Marheni menyapa para siswa-siswi dengan pertanyaan “apakah
anak-anak kangen sekolah dan kangen bertemu teman-teman” serentak para peserta
kompak menjawab “kangen” dengan nada yang sangat tinggi. Menanggapi jawaban
para peserta, Sri Marheni memberikan jawaban agar para siswa-siswi bersabar dan
selalu mengikuti aturan atau himbauan pemerintah terkait sistem belajar dirumah
secara daring dan tetap menerapkan pola hidup sehat, agar kita semua dapat
melawati pandemi ini dengan sehat dan selamat.
Selain memberikan edukasi terkait pola hidup sehat dalam
masa pandemi, Sri Marheni juga selalu mengingatkan para siswa-siswi peserta
kegiatan ini, untuk selalu ingat menjaga Iman. Iman ini meruapakan Sradha dan
Bakti, maka dalam situasi pandemi saat ini, jika kita semua mampu menjaga Iman
maka Imun kita otomatis menjadi kuat. Dalam imun yang kuat kita dapat terhindar
dari virus apapun, termasuk covid-19 yang sedang merebak diberbagi penjuru
dunia. “Wasudewa Kutumbakam” kita semua bersaudara dan kita semua adalah sama,
jadi dalam situasi saat ini kita harus saling bahu membahu, saling bantu
membantu dan tolong menolong, agar dalam situasi yang sulit ini, semua dapat
menjalani hidup tanpa kekurangan suatu apapun, ungkap Sri Marheni untuk
mengajak para peserta selalu mengingat nilai kemanusiaan.
Sebelum membuka acara ini, Sri Marheni mengajak para
siswa-siswi dan seluruh jajaran kepanitiaan yang hadir, untuk mengingat dan
bernyanyi lagu “Gelang Sipatu Gelang”, dalam bait lagu ini ada kata yang
terselip “Mari Pulang Marilah Pulang, Pulanglah Kita Bersama-sama”, bait lagu
inilah yang memberi kita kesadaran untuk ingat “pulang” untuk kembali kerumah
kita, bertemu dengan hangatnya keluarga. Sebab sebelum pandemi ini melanda kita
semua, kita sangat diasyikkan dengan sitem teknologi yang salah satunya
handphone, kadang sampai pulang kerumahpun kita lupa dengan apa yang menjadi
tugas kita dalam keluarga. Maka dari pandemi inilah kita mampu sadar, mampu mawas
diri, sebab hakikatnya swadharma kita harus kita ingat bersama, jika dalam
kurun waktu ini kita belajar dirumah, jangan juga lupakan membantu orang tua
untuk membersihkan rumah, memasak dan kegiatan dirumah lainnya, agar apa yang
menjadi Swadharma kita sebagai siswa sekolah dan anak dirumah tetap terjaga
dalam situasi pandemi ini, tutup Sri Marheni dengan disambut riuh tepuk tangan
oleh para peserta. (tam)