Cari

Pilih tema:
Selamat Datang ZI

Kanwil Kemenag Provinsi Bali Gelar Workshop Implementasi Kurikulum Merdeka untuk Guru Pasraman/Widyalaya

Denpasar (Kemenag) - Melalui Bidang Pendidikan Agama Hindu Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali mengadakan kegiatan Workshop Implementasi Kurikulum Merdeka bagi Guru pasraman/widyalaya. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali, yang di wakili oleh Plt Kepala Bidang  Pendidikan Agama Hindu I Ketut Sudiana, di Hotel Puri Nusa Indah Jalan Waribang No.99 Kesiman Denpasar. pada Selasa, (10/9/2024).

Tujuan Kurikulum Merdeka ini membantu dalam menguatkan pencapaian Profil Pelajar Pancasila ditetapkan oleh pemerintah. Profil Pelajar Pancasila merupakan sejumlah ciri karakter dan kompetensi yang diharapkan untuk diraih oleh peserta didik, yang didasarkan pada nilai-nilai luhur Pancasila, dimana enam ciri tersebut antara lain: beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif. Disini Guru pasraman/ widyalaya memiliki peran yang sangat strategis pada kurikulum merdeka ini, dimana guru berperan sebagai penggerak, berarti seorang guru dituntut untuk mampu bersikap aktif dan semangat, kreatif, inovatif serta terampil guna menjadi fasilitator penggerak perubahan di sekolah.

Dalam sambutannya Plt KaBid Pendidikan Agama Hindu I Ketut Sudiana menyampaikan upaya untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman, dunia pendidikan terus mengalami transformasi yang signifikan. Sebagai pendidik  dituntut untuk terus beradaptasi dan meningkatkan kompetensi agar dapat memberikan pendidikan terbaik kepada para siswa.

Pada kesempatan ini disampaikan ucapan selamat kepada Ibu Bapak Guru Pasraman yang kini telah beralih nama menjadi Widyalaya. Langkah ini bukan hanya perubahan nama, tetapi juga merupakan penegasan identitas sebagai institusi pendidikan yang bercirikan keagamaan Hindu. Widyalaya diharapkan dapat menjadi contoh unggul dalam penguasaan ilmu agama, seperti tattwa, susila, dan upacara, serta dalam penguasaan sains dan teknologi.

”Kurikulum Merdeka, sebuah inisiatif terbaru dari pemerintah, bertujuan untuk memberikan kebebasan lebih kepada pendidik dalam menentukan metode pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi siswa. Kurikulum ini mengajak Bapak Ibu Guru untuk lebih kreatif dan inovatif dalam merancang pembelajaran, sehingga dapat mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas akademis tetapi juga memiliki karakter yang kuat.” Kata Ketut Sudiana.

Plt Kabid Pendidikan Agama Hindu berharap workshop ini dapat menjadikan wadah bagi guru-guru semua untuk saling berbagi pengetahuan,pengalaman, dan strategi dalam memodifitasikan kurikulum Merdeka di pasaraman masing-masing. Silakan memanfaatkan kesempatan ini sebaiknya untuk memperkaya wawasan dan meningkatkan kualitas pendidikan di pasaraman. Inovasi kurikulum Merdeka dalam satuan pendidikan pasaraman dapat diterapkan dengan menyesuaikan prinsip-prinsip dan tujuan dari kurikulum Merdeka dengan nilai serta konteks pembelajaran di pasaraman.

Plt Kabid Pendidikan Agama Hindu berpesan kepada peserta kegiatan agar memanfaatkan waktu yang sangat singkat ini untuk menyimak sekaligus memahami materi-materi yang disampaikan oleh Narasumber.

Ida Bagus Kade Mahartaya Prabawa selaku ketua panitia menyampaikan Workshop Implementasi Kurikulum Merdeka ini dilatarbelakangi  adanya keputusan pemerintah yang memberlakukan kurikulum merdeka pada satuan pendidikan. Pemberlakukan Kurikulum merdeka memiliki beberapa alasan utama  diantaranya berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan dan mengakomodasi kebutuhan belajar siswa. Kurikulum Merdeka dirancang untuk lebih relevan dengan kebutuhan zaman dan dunia kerja yang terus berkembang. Kurikulum ini menekankan keterampilan abad ke-21 seperti berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi. Sehingga diperlukan fleksibelitas dalam pembelajaran, Fokus pada penguatan Profil Pelajar Pancasila, reponsif terhadap situasi global dan perkembangan teknologi.

Orientasi ini dilaksanakan di Hotel Puri Nusa Indah Denpasar yang berlangsung selama 3 (tiga) hari pada hari Selasa 10 s/d Kamis 12 September 2024. Adapun peserta yang mengikuti kegiatan ini yaitu Guru pasraman/widyalaya tingkat Pratama, Madya dan Utama dari Kabupaten / Kota Se-Bali berjumlah 60 orang. (Nara/Cace)

Berita Sebelumnya
Kegiatan Peningkatan Sradha Bhakti Siswa Hindu Di Kabupaten Buleleng Tahun 2019
Berita Berikutnya
Rakor Implementasi Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) Wilayah Indonesia Bagian Tengah dan Timur

Rekomendasi:

Berita Terbaru: