(Humas Bali) Keberhasilan Komang Sri Marheni, S.Ag, M.Si selaku Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali mengantarkan Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar untuk maju dalam penilaian Zona Integritas Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) membuat satuan kerja lain di Kementerian Agama datang untuk menimba ilmu keberhasilanya.
Selasa (1/12) Balai Diklat Keagamaan (BDK) Semarang bertandang ke Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali untuk mempelajari kunci dari kesuksesan WBBM ini. Kepala BDK Semarang Drs. H. Anshori menyampaikan bahwa tujuannya bertandang ke Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali adalah untuk menambah ilmu dalam upaya BDK Semarang membangun Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM). Apresiasi disampaikan karena komitmen dari Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali dalam membangun Zona Integritas mulai dari Kabupaten Karangasem, Kota Denpasar hingga nanti kedepannya pada Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali. Hal ini sebagai implementasi dari korelasi ketakutan manusia kepada Tuhan dalam berkinerja.
Sementara itu Komang Sri Marheni tidak segan memaparkan kunci sukses dari keberhasilannya menerapkan Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bebas Melayani pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karangasem dan Kota Denpasar. Saat ini posisinya selaku Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali memiliki peran untuk menebarkan spora reformasi birokasi pada seluruh satuan kerja Kementerian Agama se- Bali.
“Semangat dalam memperjuangkan ZI ada selalu dalam diri saya semata untuk mewujudkan reformasi birokrasi pada Kementerian Agama“ Ujar Marheni
“Kunci dari penerapan WBBM sebenarnya adalah komitmen dari pimpinan. Dengan komitmen harus dijalankan secara konsisten dalam penerapannya hanya itu kuncinya” Jelas Marheni.
Inovasi yang diciptakan harus benar benar dijalankan dan bukan hanya sekedar akronim semata. “Buatlah inovasi yang sesuai dengan kebutuhan. Inovasi itu diciptakan bukan dibeli” Jelas Marheni.(sn)