Cari

Pilih tema:
Selamat Datang ZI

Kontribusi Bali dengan 2.500 Khataman dalam Pemecahan Rekor MURI Indonesia Khataman Al-Qur’an

Denpasar (Kemenag)- Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali mencatatkan kontribusi luar biasa dalam program nasional Indonesia Khataman Al-Qur’an yang berhasil memecahkan Rekor MURI sebagai Khataman Al-Qur’an Serentak Terbanyak. Dari total lebih 253.000 kali khataman yang diselesaikan secara nasional, Provinsi Bali berkontribusi dengan 2.500 kali khataman, melampaui target awal yang ditetapkan sebanyak 500 kali.

Kegiatan ini dipusatkan di MAN 1 Jembrana, dihadiri oleh Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Bali, Kabag TU, Kabid Pendidikan Islam, serta para pejabat Kemenag Kabupaten Jembrana. Sejak dini hari, ribuan peserta dari berbagai elemen seperti madrasah, pondok pesantren, LPTQ Kabupaten/Kota, majelis taklim, Kantor Urusan Agama (KUA), serta pegawai Kementerian Agama yang beragama Islam bersatu dalam lantunan ayat suci Al-Qur’an.

Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Bali, Komang Sri Marheni menyampaikan bahwa keberhasilan ini bukan hanya soal angka, tetapi lebih kepada semangat kebersamaan dalam mendalami dan mengamalkan Al-Qur’an.

"Momentum ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa Al-Qur’an bukan sekadar kitab suci yang dibaca, tetapi harus menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Partisipasi Bali yang melebihi target menunjukkan antusiasme luar biasa umat Islam di daerah ini dalam menjaga tradisi keagamaan," ungkapnya.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Nomor SE.13 Tahun 2025 tentang Petunjuk Teknis Program Indonesia Khataman Al-Qur’an, yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia pada 16 Maret 2025 (16 Ramadan 1446 H).

Keberhasilan Indonesia dalam mencetak rekor dunia ini mendapat apresiasi dari Menteri Agama RI, Prof. Dr. Nasaruddin Umar, M.A., yang menegaskan bahwa program ini bukan sekadar pencapaian angka, tetapi simbol kuatnya komitmen bangsa dalam menjadikan Al-Qur’an sebagai sumber inspirasi dan pedoman hidup.

"Program ini membuktikan bahwa semangat keislaman di Indonesia tetap kuat dan hidup di tengah masyarakat. Ini bukan sekadar pemecahan rekor, tetapi juga bukti nyata bahwa Al-Qur’an selalu menjadi bagian dari kehidupan umat Islam di Indonesia," ujar Menag dalam sambutannya di Masjid Istiqlal, Jakarta.

Kegiatan ini ditutup dengan tadarrus bersama juz 30, yang dipimpin oleh Imam Masjid Istiqlal dan diikuti secara offline maupun online oleh peserta dari seluruh Indonesia, termasuk dari Provinsi Bali.

Tradisi khataman Al-Qur’an ini diharapkan dapat terus berkembang dan menjadi bagian dari budaya keagamaan masyarakat, tidak hanya dalam momen tertentu, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Dari Bali, semangat Al-Qur’an untuk Indonesia.(sn)


Berita Sebelumnya
Orienetasi Peraturan Perundang-undangan Bagi Penghulu
Berita Berikutnya
Penulisan Mushaf Nusantara sebagai Upaya Mencetak Sejarah dengan Sentuhan Budaya Lokal

Rekomendasi:

Berita Terbaru: