(Humas Bali) - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali melalui Bidang Bimbingan Masyarakat Islam mengumumkan para pemenang Kompetisi Film Pendek Islami (KFPI) Tahun 2023 tingkat Provinsi Bali. Terdapat 5 judul film yang masuk ke panitia pelaksana KFPI, dan diumumkan 3 pemenang utama.
Film berjudul "Mekidung Dalam Harmoni" menjadi pemenang I pada ajang Kompetisi Film Pendek Islami (KFPI). Pengumuman pemenang berlangsung Selasa, 3 Oktober 2023, di Aula Kanwil Kemenag Provinsi Bali.
Selain Mekidung Dalam Harmoni karya Agus Ilham Muhamad Saleh utusan Kabupaten Bangli yang berhasil menyisikan judul film lainnya, juga diumumkan pemenang kedua, dengan judul Burcek Sebagai Budaya Moderasi di Desa Budakeling karya Samsul Hadi utusan dari Kabupaten Karangasem, dan pemenang ketiga dengan judul film Masjid Al Muhajirin Kepaon Saksi Toleransi Muslim dan Hindu Bali karya Muhammad Muhlisin utusan dari Kota Denpasar. Juara I mendapat hadiah uang tunai Rp.3 juta.
Mewakili Kepala Kanwil, H. Abu Siri selaku Kepala Bidang Bimas Islam mengapresiasi kegiatan KFPI. Abu siri menyampaikan bahwa Kompetisi Film Pendek Islami ini dilakukan untuk meningkatkan siaran seni budaya dan siaran keagamaan Islam khususnya yang ada di Provinsi Bali.
“Bali memiliki keunikan yang tersendiri dengan keanekaragaman yang ada serta kekuatan kearifan lokal yang dipegang teguh masyarakatnya. Melalui kompetisi ini merupakan ajang syiar dari Bali yang nantinya dapat meningkatkan rasa cinta dan bangga terhadap seni dan budaya ajaran agama Islam” ucap Abu Siri.
Lebih lanjut Abu Siri menekankan banyak hal yang dapat digali dari keanekaragaman dan keindahan Pulau Dewata ini agar mampu bersuara ditingkat KFPI. Sehingga diharapkan pada KFPI ditahun mendapat Provinsi Bali mampu meningkatkan jumlah peserta yang mampu mengirimkan hasil karyanya. Untuk itu Abu Siri, mengharapkan kepada jajarannya untuk melakuka persiapan sedini mungkin agar mampu menghasilkan karya terbaiknya yang mampu berlaga dikancah nasional.
Sementara itu tim pendampingan dari SubDirektorat Seni, Budaya, dan Siaran Keagamaan Islam Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam menyampaikan meskipun pada tahun ini KFPI Tingkat Nasional tidak diselenggarakan, namun Ditjen Bimas Islam akan melakukan seleksi kepada Provinsi yang meiliki karya terbaiknnya pada tahun ini dan akan menerima anugerah dari Menteri Agama RI.
Melalui KFPI ini pun dapat mengukur seberapa besar pemahaman masyarakat mampu menyelesaikan konflik didaerahnya dengan budaya yang ada.
Mewakili dewan juri, Nur Hayati menyampaikan evaluasi dari beberapa karya KFPI yang telah melewati penilaian.
“Orisinalitas ide cerita patut mendapatkan apresiasi karena mengangkat nilai budaya Bali. Karena ini merupakan film dokumenter, alur cerita menjadi bagus dengan menghadirkan narasumber,” ungkap Nur Hayati.
Nur Hayati berharap kedepannya generasi milenial di Bali mampu membuat video lebih banyak lagi, dengan tema fiksi yang akan diangkat pada KFPI tahun 2024 mendatang tentunya harapan besar mampu menarik jumalh peserta yang lebih besar.(sn)