(Humas Bali), Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali melalui Bidang Pendidikan Hindu menggelar kegiatan Rumah Bimbingan Intesif Anak Remaja (BINAR) Siswa Hindu Di Buleleng yang menggusung tema “Peran Milenial dalam Menguatkan Moderasi Beragama” untuk meningkatkan pendidikan karakter siswa dan menambah wawasan kebangsaan serta sekaligus mewujudkan generasi muda Hindu yang tangguh dan bersikap moderat dan mampu mengimplementasikan pengetahuan agama dalam melaksanakan Dharma Negara dan Dharma Agama.
Kegiatan yang bertempat di Bali Taman Beach Resort & Spa Lovina Bali dihadiri turut dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buleleng, Karangasem dan Jembrana diawali dengan rangkaian persembahan dari Utama Widya Pasraman (UWP) Astika Dharam, Sila Kertha Raharja dan Vidya Wisata,
Membuka kegiatan secara resmi Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali Komang Sri Marheni dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas terselenggaranya kegiatan ini yang merupakan bagian dari program Rumah BINAR Bali, Sabtu, 16 Maret 2024.
Dalam kesempatan ini KaKanwil menyampaikan bahwa saat ini banyak sekali kejadian viral yang banyak menimpa anak-anak dan remaja terutama akibat dari perilaku bullying dan permasalahan terkait dengan tumbuh kembang anak yaitu stunting.
“Dampak bullying akan berpengaruh terhadap mental, moral maupun perilaku terhadap anak-anak itu sendiri sehingga tidak akan memberikan kemajuan yang postif dan akibat dari perilaku bullying mengarah kepada penekanan mental kepada anak-anak dan remaja yang mengalaminya. Selain itu terkadang stunting akan berujung bullying” ungkap KaKanwil.
Dalam rangka menyukseskan program penanggulangan stunting, KaKanwil Komang Sri Marheni telah mengarahkan kepada pasraman-pasraman untuk bekerjasama dengan puskesmas setempat dalam pemberian vitamin untuk mencegah terjadinya stunting.
Pemantauan Program Stunting dan Pencegahan Bullying juga berkaitan dengan Persiapan Pelaksanaan Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Penyelenggara Pelayanan Publik (PEKPPP) Tahun 2024.
Lebih lanjut KaKanwil menyampaikan untuk mencegah hal tersebut, anak-anak dan remaja sangat memerlukan suatu wadah yaitu berkegiatan melalui rumah binar untuk dibentuk dan diarahkan.
Rumah BINAR Bali adalah salah satu dari sekian banyak inovasi pelayanan publik yang dibuat untuk menjawab menjawab tantangan dalam memenuhi kebutuhan psikologis dan sosial remaja serta melaksanakan pembinaan dan konseling dalam hal bimbingan pra nikah, penguatan moderasi beragama, dan bijaksana dalam mempergunakan media sosial didampingi oleh tenaga psikolog yang memang kompeten di bidangnya.
KaKanwil Komang Sri Marheni mengungkapkan bahwa era milenial digambarkan sebagai sebagai periode waktu dimana teknologi berkembang dengan pesat. Media digital hadir dengan menyajikan berbagai macam jenis platform sehingga menjadi bagian bagi generasi di dalamnya.
“Tentu sudah menjadi sebuah keniscayaan untuk menyematkan label agen perubahan di pundak generasi muda sebagai generasi emas 2045 dalam mengisi kemerdekaan NKRI. Generasi muda harus cerdas dan mengetahui apa yang dikerjakan dan mampu bekerja sama dalam perbedaan karena Indonesia adalah keberagaman dan kesatuan. Pilah dan pilih informasi dan narasi yang ada di berbagai platform media digital dengan bijaksana” ujar Komang Marheni kepada 60 peserta siswa/siswi Utama Widya Pasraman (UWP) stingkat SMA yang berasal dari UWP Vidya Wisata Buleleng, UWP Astika Dharma Karangasem dan UWP Sila Kerta Raharja Jembrana.
KaKanwil menegaskan bahwa tantangan saat ini telah berevolusi menjadi kompetisi global sehingga generasi penerus memiliki tiga peran yaitu sebagai agent of change, innovator, dan promoter bangsa. Disinilah peran program Rumah Binar hadir untuk membentuk generasi milenial yang penuh percaya diri, mandiri, kreatif, inovatif dan berkarakter mulia dan sekaligus mendukung generasi milenial menghadapi segala tantangan di era digital.
Dalam kesempatan ini KaKanwil berharap kepada generasi muda Hindu sebagai kader bangsa mampu menjadi pelopor dan memberikan perubahan yang positif dalam kehidupan sosial.
“Semoga melalui kegiatan ini siswa-siswi sebagai kader bangsa dapat meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara dengan jiwa toleransi. Jiwa toleransi merupakan kesadaran yang harus dibangun, dipelihara dan ditumbuhkembangkan dalam diri setiap warga negara melalui berbagai upaya utamanya pendidikan. Disamping itu pula, siswa-siswi harus mempu mengaplikasikan nilai-nilai multikultural dan toleransi beragama dalam kehidupan sehari-hari menuju akhlak mulia” tutur Komang Marheni.
Kegiatan yang berlangsung berlangsung selama 3 hari Sabtu, 16 Maret hingga Senin, 18 Maret 2024 diakhiri dengan penyerahan viatamin penambah darah dan makanan sehat oleh KaKanwil Komang Sri Marheni yang didampingi oleh Kepala Bidang Pendidikan Hindu Ida Ayu Putu Dharma Yanti dan Penyerahan pemenang kuis saat materi Cerdas dan Seni Bermedia Sosial oleh Nara Sumber Kadek Mega Intan Puspita Dewi.(ca)