Cari

Pilih tema:
Selamat Datang ZI

Mengasah Profesionalisme Dalam Dunia Pendidikan Di Era Digital

Menuju Indonesia Emas 2045 dalam dunia pendidikan memerlukan upaya dan koordinasi dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, lembaga pendidikan, sektor swasta dan masyarakat.

Untuk mewujudkan hal tersebut sekaligus mencetak generasi emas Indonesia 2045, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali melalui Bidang Pendidikan Hindu menggelar Orientasi Peningkatan Kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang bertempat di Hotel Puri Nusa Indah, Denpasar.

Mengusung tema “Dalam Mewujudkan Pendidik Dan Tenaga Kependidikan Yang Profesional Menuju Anak Didik Yang Cerdas Dan Berkarakter”, kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali, Komang Sri Marheni, Selasa (26/03/2024).

Mengawali sambutannya KaKanwil Komang Marheni menyampaikan penuh apresiasi dan rasa terima kasih atas terselenggaranya kegiatan ini.

Adapun tujuan dari kegiatan ini untuk pengembangan dan peningkatan profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan dalam mencetak generasi yang cerdas, unggul, dan berkarakter. 

Dalam kesempatan ini KaKanwil menyampaikan bahwa transformasi pendidikan di era digital merupakan revolusi teknologi yang ditandai dengan kemajuan teknologi dan perubahan sosial yang dinamis. 

“Banyak hal yang perlu diperhatikan mulai dari perubahan kurikulum hingga penerapan teknologi dalam pembelajaran. Perubahan Kurikulum 2013 (K13) menjadi Kurikulum Merdeka Belajar bertujuan untuk memberikan lebih banyak metode belajar mengajar yang lebih variatif kepada guru dan siswa.” ujar KaKanwil

KaKanwil menegaskan bahwa Inovasi dan kreativitas menjadi tantangan dalam dunia pendidikan di era digital. Teknologi berperan sentral dalam mengubah dinamika belajar mengajar. Oleh karena itu kunci utamanya adalah mengasah kompetensi dan profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan.

Menyikapi profesionalisme, KaKanwil mengatakan bahwa setiap pendidik dan tenaga kependidikan wajib mengasah kompetensi inti sebagai pendidik, mengasah kemampuan untuk terus belajar dan berkembang serta kemampuan untuk merawat jiwa sosial yang moderat.

"Para pendidik dan tenaga kependidikan harus memiliki pondasi utama dalam memberikan ilmu dan pembinaan, memimliki kompetensi relevan seperti berpikir kritis, kreatif, inovatif, memperbanyak literasi digital dan kemampuan pemecahan masalah, lalu mampu menjadi sosok yang mampu membentuk hubungan yang baik dan membangun lingkungan belajar yang harmonis dan moderat" tutur Komang Marheni.

KaKanwil menekankan bahwa peningkatkan kompetensi dan mempertahankan profesionalisme yang tinggi niscaya akan melahirkan generasi emas Indonesia 2045 yang cerdas, unggul, berkarakter dan bersikap moderat.

"Kita tidak hanya mencetak generasi unggul, tetapi juga membentuk bibit-bibit emas bagi Indonesia Emas 2045.”tegas Komang Marheni.

Melalui kegiatan ini KaKanwil mengajak kepada peserta kegiatan untuk hadir sebagai agen perubahan di dunia pendidikan untuk menciptakan lingkungan belajar yang harmonis dan inovatif.

Lebih lanjut KaKanwil berharap kegiatan ini tidak hanya meningkatkan wawasan peserta, tetapi juga mendorong kolaborasi dan best practice untuk kemajuan dunia pendidikan khususnya di Provinsi Bali.

Dengan jumlah 60 peserta yang merupakan utusan dari Kab/Kota se Bali, kegiatan ini berlangsung selama 3 (tiga) hari, Selasa 26 Maret hingga Kamis, 28 Maret 2024.(ca)

Berita Sebelumnya
Kegiatan Peningkatan Sradha Bhakti Siswa Hindu Di Kabupaten Buleleng Tahun 2019
Berita Berikutnya
Tonggak Sejarah Perkembangan Pendidikan Hindu Telah Lahir

Rekomendasi:

Berita Terbaru: