Inmas Bali.
Bertempat di Auditorium H.M. Rasjidi, Gedung Kementerian Agama Jl. M.H. Thamrin, No. 6 Jakarta, Selasa, 29 Oktober 2019, Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinai Bali I Nyoman Lastra didampingi oleh Kasubag Informasi dan Humas I Nyoman Buda Antara, menghadiri rapat koordinasi dan ramah tamah, yang digelar oleh Menteri Agama RI Kabinet Indonesia Maju, Jenderal TNI ( Purn) Fachrul Razi dan Wakil Menteri Agama RI Kabinet Indonesia Maju Drs. H. Zainut Tauhid Sa' adi, M.Si. Rakor dihadiri oleh para Rektor Ketua PTKN, Kepala Kanwil se Indonesia, Kepala UPT Asrama Haji, Kepala Balai Litbang dan Diklat Keagamaan.
Mengawali acara Sekjen Kemenag RI, M. Nur Kholis Setiawan, dalam laporannya menyampaikan maksud dan tujuan rapat ini, bukan hanya sekedar pertemuan, akan tetapi mohon kepada Menteri Agama dan Wamen, untuk dapat memberikan arahan, terkait dengan ekselerasi serapan anggaran Tahun 2019, karena dari 63 Triliyun Anggaran 87 % berada di daerah sebagai eksekutor dan 13 % berada di Eselon I Kemenag Pusat, Nur Kholis Setiawan berharap jangan sampai serapan anggaran Tahun 2019 kalah dengan Tahun 2018 dan berharap Tahun 2019 dapat mempertahankan opini WTP yang ke 4 kalinya.
Arahan menteri Agama dan Wamen sangat diharapkan sebagai vitamin dan energi untuk membesarkan Kemenag, disamping itu pula dapat memberikan arahan terhadap rencana program program yang akan dilaksanakan di tahun 2020.
Selanjutnya Wamen Kemenag, menyampaikan rasa sukur bisa bergabung dengan Kemenag. Zainut Tauhid menyampaikan bahwa baru pertama di birokrasi karena sebelumnya memiliki pengalaman menjadi anggota DPR selama 17 tahun.
Zainut Tauhid mengajak mari bersama bekerja sama dan mendukung Program Kemenag, serta memberikan apresiasi terhadap Menteri Agama, karena disamping seorang Jenderal juga sebagai kyai.
Jenderal TNI ( Purn) Fachrul Razi dalam arahan menyampaikan penekanan, pada setiap kegiatan ketika lagu Indonesia Raya dinyanyikan, agar seluruh peserta harus menghormati dan ikut menyanyikan.
Selain itu Jenderal TNI ( Purn) Fachrul Razi juga menyampaikan, seluruh ASN di jajaran Kamenag, agar semua memahami fungsi dan tugas Kemenag, bila mana ada persoalan agar diselesaikan secara musyawarah, serta perlu ada langkah langkah lanjut untuk menjembataninya.
Selalu memandang organisasi keagamaan, alim ulama, tokoh agama dan tokoh masyarakat, sebagai mitra positif, bukan menjalankan kekuasaan akan tetapi memberikan pelayanan dan pengayoman.
Selalu mengumandangkan semangat pengabdian, dalam suasana rukun, damai dan menghormati satu sana lain.
Bahwa deridikalisasi, menurut Presiden tidak semata mata ditugaskan kepada Kemenag akan tetapi seluruh Kementerian, sehingga lakukan koordinasi.
Tidak semata mata mengeluarkan statemen dan kebijakan yg membias.
Terkait kegiatan, setiap selesai kegiatan agar selalu ada evaluasi.
Republik Indonesia ibarat sebagai kapal, jangan ada yg sampai melobangi, sehingga menjadi bocor dan oleng.
Wajah Kemenag pada hakekatnya adalah wajah umat beragama di tanah air kita, aparatur Kemenag ibarat mengenakan baju putih sedikit ternoda akan kelihatan.
Penuh percaya diri menghadapi tantangan di masa depan dan putuskan sesuatu sesuai kata hati nurani.
Disamping itu pula pengelolaan BMN agar mendapat perhatian, tidak boleh ada yang hilang atau pindah alamat.
Berharap seluruh jajaran Kemenag bisa bersifat tegas terhadap pemikiran tentang kilafah, serta tutup semua kilafah.
Menghimbau semua penceramah agar tidak menyampaikan ujaran kebencian, serta berharap ada penataran penceramah bagi yg mau, dengan Materi Pancasila, Nasionalisme dan tentang Redikalisme.