Karangasem (Kemenag) - Gelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXX dan Festival Seni Budaya Islam tingkat Provinsi Bali resmi dibuka di GOR Gunung Agung, Kabupaten Karangasem Jum’at (24/05/2024). Acara ini berlangsung selama dua hari, mulai dari tanggal 24 hingga 25 Mei 2024, dengan mengusung tema "Semangat MTQ Guna Mewujudkan Generasi Qur’ani untuk Bali yang Lebih Maju".
Dalam laporannya, Ketua Panitia MTQ ke-30, H. Adenan, menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai upaya pembinaan bagi umat, terutama generasi muda, dalam hal Tilawah, Tahfidz, dan Tafsir Al-Qur’an. "MTQ ini bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga wahana strategis untuk mensyiarkan kalam ilahi dan memotivasi masyarakat memahami serta mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari," ujar H. Adenan.
Acara ini diikuti oleh 254 kafilah dalam MTQ dan 189 kafilah dalam festival seni dan budaya Islam. Kehadiran para peserta dari berbagai daerah di Bali menambah semarak dan semangat kompetisi yang sehat di antara mereka. Kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya berprestasi dalam bidang keagamaan, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan pemahaman yang mendalam tentang Al-Qur’an.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali, Komang Sri Marheni, dalam sambutannya, menegaskan komitmen Kementerian Agama untuk terus meningkatkan pelayanan dalam kehidupan beragama. "Kami ingin menghilangkan anggapan bahwa Kementerian Agama hanya terlibat dalam pembacaan doa. Pelayanan dan pembinaan kepada lembaga keagamaan juga menjadi bagian penting dari tugas kami," kata Komang Sri Marheni.
Ia juga berharap para peserta MTQ tampil prima, mengingat ajang ini merupakan seleksi untuk MTQ Nasional yang akan diadakan di Kalimantan Timur pada September 2024. "Tampil sebaik-baiknya, dan biarkan Dewan Hakim yang menilai secara objektif. Kami yakin, Provinsi Bali tidak akan ketinggalan dalam meraih juara di ajang nasional nanti," tambahnya.
Mewakili Gubernur Bali, Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Wiryanata, menyampaikan harapannya agar MTQ XXX ini dapat menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap Al-Qur’an. "Kami berharap, generasi muda tidak hanya berkompetisi, tetapi juga mengaktualisasikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Sikap saling menyayangi, menghargai, dan gotong royong harus menjadi bagian dari kehidupan mereka," ujar Wiryanata.
Lebih lanjut, Wiryanata menekankan pentingnya menjaga keharmonisan dalam keberagaman di Bali. Ia berharap MTQ ini dapat menjadi garda terdepan dalam menolak intoleransi dan radikalisme serta menjaga nilai-nilai Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI, dan UUD 1945. "Perbedaan harus kita jadikan sebagai kekuatan untuk membangun Indonesia, khususnya Bali, yang kita cintai," tegasnya.
Acara ini juga dihadiri oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi Bali dan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota se-Bali. Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Festival Seni Budaya Islam ini diharapkan dapat menjadi ajang yang tidak hanya meningkatkan keimanan dan ketaqwaan, tetapi juga memperkuat rasa solidaritas dan menjaga keberagaman serta keharmonisan di Provinsi Bali.(sn)