Cari

Pilih tema:
Selamat Datang ZI

Orientasi Penguatan Moderasi Beragama Tenaga Pendidik dan Kependidikan Tahun 2022.

Humas Bali, Jumat 25/03/22, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali melalui Bidang Pendidikan Agama Hindu menggelar kegiatan Orientasi Penguatan Moderasi Beragama Tenaga Pendidik dan Kependidikan di Hotel Plagoo Holiday Nusa Dua Bali, dengan penerapan protokol kesehatan yang sangat ketat.

Kegiatan yang yang bertema “Melalui Orientasi Penguatan Moderasi Beragama Tenaga Pendidik dan Kependidikan Kita Teguhkan Toleransi dan Wujudkan Keutuhan NKRI” ini telah berjalan selam 3 (tiga) hari, terhitung mulai tanggal 23 maret hingga 25 maret 2022, dan hari ini adalah acara penutupan.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali, Komang Sri Marheni yang didampingi oleh Kepala Bidang Pendidikan Agama Hindu, Ida Ayu Dharmayanti, Kepala Seksi Pendidikan serta anggota panitia kegiatan, hadir untuk memberikan pemaparan terkait Penguatan Moderasi Beragama sekaligus menutup secara resmi kegiatan ini.

Ka.Kanwil dalam pemaparannya, menghaturkan rasa terima kasih yang sangat mendalam kepada seluruh peserta yang telah mengikuti kegiatan ini selama 3 (tiga) hari lamanya, dan seluruh anggota panita yang telah menyiapkan serta mengatur segala prosesnya dari awal hingga di hari terakhir ini tetap terselenggara dengan sangat baik. Tentu semua perancangan ini tidak terlepas dari kinerja tim dari Bidang Pendidikan Hindu dan saya merasakan bahwa kegiatan ini sangatlah penting dan memiliki nilai yang sangat strategis dalam penguatan menguatkan pondasi nilai-nilai moderasi beragama pada pengawas pendidikan Hindu dan Guru Agama Hindu di Provinsi Bali.

Moderasi beragama merupakan pemahaman keagamaan yang mengambil posisi tengah, tidak condong ke kanan maupun ke kiri. Pemahaman ini pada dasarnya juga mengandung prinsip keagamaan yang mengarah pada upaya untuk mengatur kehidupan yang seimbang. Keseimbangan yang dimaksud dalam hal ini adalah keseimbangan dalam mengamalkan ajaran Agama Hindu menjadi hal yang sangat penting untuk dipahami oleh setiap umat Hindu sendiri, ujar Ka.Kanwil.

Ka.Kanwil juga menyampaikan Beragama secara moderat sudah menjadi karakteristik umat beragama di Indonesia, dan lebih cocok untuk kultur masyarakat yang sangat majemuk. Beragama secara moderat adalah model beragama yang telah lama di praktikan dan tetap diperlukan di era sekarang ini. Keragaman di Indonesia sedang di uji, dimana sikap keberagaman yang ekstrim diekspresikan oleh sekelompok orang mengatasnamakan agama, tidak hanya di media sosial tetapi juga di jalanan. Tidak hanya di Indonesia, bahkan di Dunia sedang menghadapi tantangan adanya sekelompok orang yang mengatasnamakan agama secara ekslusif, eksplosif dan intoleran.

Dengan apa yang telah tersampaikan, “saya sangat berharap para pengawas dan guru dapat menggunakan peran strategisnya untuk membina aktivitas keagamaan dan menguatkan moderasi beragama baik bagi sesama pengawas dan guru, maupun bagi peserta didik, karena guru merupakan figur yang dimana segala tindakannya, tingkah lakunya, perbuatannya, sikap serta perkataannya terekam dalam kehidupan peserta didik” Unkap Ka.Kanwil, dan Guru Agama merupakan pemegang peranan penting dalam proses pendidikan dan transformasi, agar peserta didik dapat berpikir moderat, santun dan memiliki ahlak yang mulia.(tam)

Galeri Foto-foto

Berita Sebelumnya
Kegiatan Peningkatan Sradha Bhakti Siswa Hindu Di Kabupaten Buleleng Tahun 2019
Berita Berikutnya
Ka.Kanwil Membuka Secara Resmi Kegiatan Penguatan Moderasi Beragama Bagi Siswa Hindu.

Rekomendasi:

Berita Terbaru: