Cari

Pilih tema:
Selamat Datang ZI

Orientasi Wawasan Kebangsaan Bagi Pendidik Dan Tenaga Kependidikan

        Mewakili Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali, Plh. Kepala Bidang Pendidikan Agama Hindu, I Ketut Sudiana,S.Ag,M.Ag membuka sekaligus memberikan sambutan pada kegiatan Orientasi Wawasan Kebangsaan Bagi Pendidik Dan Tenaga Kependidikan, Selasa, 22 Maret 2022 di Hotel Ubud Raya Resort Gianyar. Kegiatan yang berlangsung selama selama 3 (tiga) hari, mulai hari ini selasa 22 s/d kamis 24 Maret 2022 menggambil tema Penguatan Wawasan Kebangsaan Melalui Aktualisasi Nilai-Nilai.

        Ida Ayu Made Yuni Lestari pada laporannya memaparkan bahwa  latar belakang diadakannya kegiatan yang digelar oleh Bidang Pendidikan Agama Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali adalah agar Tenaga Pendidik dan Kependidikan Agama Hindu, memiliki peran yang sangat penting dalam memberikan pemahaman nilai-nilai luhur bangsa yang terdapat pada Empat Konsep Kebangsaan karena setiap warga Negara Indonesia harus memiliki keyakinan, bahwa itulah prinsip-prinsip moral keindonesian yang memandu tercapainya perikehidupan bangsa yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur. 

        Sehingga tujuan dari kegiatan ini selain untuk Meningkatkan pemahaman, menghidupkan kembali dan mengimplementasikan nilai-nilai luhur bangsa yang tertuang di dalam empat konsep kebangsaan yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika agar kepada generasi bangsa mampu mencerminkan dalam kehidupan sehari-hari khususnya dalam lingkup sekolah.

        Lebih lanjut I Ketut Sudiana juga menyampaikan bahwa peranan guru sangat menentukan keberhasilan dalam proses menumbuhkan nilai-nilai budaya lokal, spiritual dan sikap kebangsaan, sebab dewasa ini kesadaran moralitas multikultur semakin pudar. Kondisi yang demikian sebagai akibat tantangan yang signifikan dari globalisasi, materialis dan modernis yang tidak disertai dengan reaksi (response) yang memadai.

        “Salah satu media untuk membumikan empat konsep kebangsaan agar karakter siswa sebagai generasi penerus bangsa terbentuk yaitu melalui pendidikan formal, dalam hal ini lewat pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan sejak di sekolah dasar. Di era ini guru memiliki peran ganda, guru dituntut tidak hanya membekali siswa agar cakap dalam hal kompetensi akademik, namun bagaimana guru juga menciptakan hubungan yang baik dengan siswanya sehingga siswa memiliki kompetensi afektif ” ungkap I Ketut Sudiana

        Maka dari itu menurut Plh. Kabid Penda Hindu, Guru Agama Hindu dan Budi pekerti memiliki andil yang sangat penting dalam membangun komunikasi dengan siswa agar tercipta rasa kepedulian yang tinggi antara guru dengan siswa. Dalam hal ini adalah sebagai pemberi teladan, sikap dan perkataan adalah contoh dan bekal bagi siswanya.

        Ketut Sudiana berharap kepada 40 orang peserta Guru Agama Hindu Kabupaten/Kota se-Bali, agar dapat menjadi guru yang mampu menempatkan siswa sebagai subyek belajar bukan sebagai obyek belajar, guru yang mampu menyajikan materi pembelajaran secara efektif dan menarik minat siswa. Jadilah Guru Agama Hindu dan Budi Pekerti yang sederhana, yang mampu berkomunikasi dan mampu mempermudah dan memperlancar siswa agar terdorong belajar secara aktif.

        Dalam kegiatan ini juga hadir Kepala seksi Pendidikan Agama Hindu Kabupaten Gianyar, I Made Sueca, S.Ag mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gianyar.

Galeri Foto-foto

Berita Sebelumnya
Kegiatan Peningkatan Sradha Bhakti Siswa Hindu Di Kabupaten Buleleng Tahun 2019
Berita Berikutnya
Orientasi Penguatan Moderasi Beragama Tenaga Pendidik dan Kependidikan Tahun 2022.

Rekomendasi:

Berita Terbaru: