Cari

Pilih tema:
Selamat Datang ZI

Penguatan Moderasi Beragama Dijadikan Prioritas oleh Kementerian Agama

Denpasar, Humas Bali - Kementerian Agama terus berkomitmen untuk menguatkan moderasi beragama sebagai langkah utama dalam memperkokoh kerukunan umat beragama di Indonesia. Program ini kembali digelar dalam giat bertajuk "Orientasi Pelopor Moderasi Beragama" yang diadakan im Kerja Ortala dan KUB di B Hotel and Spa, Denpasar, Selasa (23/4/2024).

Komang Sri Marheni, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali, mengungkapkan bahwa tujuan utama dari program ini adalah menginternalisasikan nilai-nilai moderasi beragama dan toleransi. Hal ini dilakukan untuk menghadapi tantangan berupa berita hoax dan radikalisme yang dapat dengan mudah masuk ke masyarakat akibat perkembangan globalisasi dan teknologi informasi yang pesat.

"Kementerian Agama berupaya hadir lebih dalam lagi guna menginternalisasikan nilai-nilai moderasi beragama, toleransi, dalam upaya menjaga dan memperkuat kerukunan umat beragama," ujar Marheni.

Menurutnya, moderasi beragama telah menjadi pemikiran baru yang bertujuan memperkuat persatuan bangsa Indonesia yang majemuk. Program ini diharapkan dapat menciptakan kader-kader yang menjadi pelopor moderasi beragama di masyarakat.

"Mereka yang disebut pelopor Moderasi Beragama adalah mereka yang mampu memberi contoh sebagai teladan dalam mengimplementasikan nilai-nilai kerukunan serta dapat menebarkan spora-spora toleransi," jelas KaKanwil.

Selain itu, KaKanwil juga menyoroti fenomena maraknya kasus bullying yang menjadi perbincangan hangat di masyarakat. Peran pelopor moderasi beragama dianggap penting untuk menerapkan ajaran agama yang mengedepankan rasa kasih sayang dan pengertian terhadap perbedaan.

Wina Maya Lestari, Ketua Tim Kerja Ortala dan KUB, menjelaskan bahwa program ini dilatarbelakangi oleh prioritas nasional dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2020 – 2024 dan Renstra Kementerian Agama Tahun 2020 – 2024. Ia menekankan pentingnya sinergitas antara Tokoh Agama dan Aparatur Sipil Negara Kementerian Agama untuk mencapai target implementasi moderasi beragama secara optimal.

Kegiatan ini digelar dalam dua angkatan yang masing masing angkatan diikuti oleh 40 peserta, terdiri dari unsur ASN Kementerian Agama dan tokoh masyarakat lintas agama di Provinsi Bali. Fasilitator kegiatan ini berasal dari unsur akademisi, Tim Pokja Pusat Moderasi Beragama, serta narasumber dari tokoh agama dan pakar dari PKUB Kementerian Agama RI.

Dengan digelarnya program ini, diharapkan masyarakat Indonesia semakin sadar akan pentingnya moderasi beragama dan toleransi untuk memperkuat kerukunan dan persatuan bangsa.(sn)


Berita Sebelumnya
Jambore Pasraman Nasional (Jampasnas) IV
Berita Berikutnya
Menutup Orientasi PMB, Kabag TU Ajak Peserta sebagai Garda Terdepan Rawat Kerukunan

Rekomendasi:

Berita Terbaru: