(Inmas
Bali), Sesanti Bhineka Tunggal Ika yang diambil dari karya maha agung Mpu
Tantular yang berjudul Sutasoma adalah konsep, gagasan, fakta dan refleksi
terhadap nusantara sebagai sebuah gugusan yang dihuni oleh manusia yang lahir
dengan segala perbedaan itu sendiri,
akhirnya Bhineka Tunggal Ika adalah consensus
yang terbaik dari hasil pemikiran para pendiri bangsa ini. Untuk itu Menteri
Agama Republik Indonesia H. Lukman Hakim Saifuddin dalam kesempatan ini
diwakili oleh Dirjen Bimas Hindu Prof.
Drs. I Ketut Widnya. M.A., M.Phil., Ph.D. memberikan apresiasi
setinggi-tingginya atas prakarsa Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama Republik
Indonesia memberikan mandat kepada Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar selaku
perguruan tinggi Hindu menggelar agenda ” Pentas Seni Berwawasan Kebangsaan
Merajut Kembali Kebhinekaan Nusantara” pada hari Senin tanggal 29 Mei 2017 di
panggung terbuka Arda Candra Art Center dengan melibatkan 220 seniman yang
berasal dari mahasiswa IHDN Denpasar.
Dalam
sambutannya, agenda ini dianggap sangat tepat mengingat bangsa Indonesia saat
ini sedang diterpa oleh Issu yang mengoyahkan rasa nasionalisme, rasa persatuan
dan kesatuan bangsa untuk itu kita sebagai anak bangsa wajib mewaspadai adanya
paham-paham radikalisme serta ideologi yang menyimpang dari empat pilar wawasan
kebangsaan yaitu : UUD 1945, Pancasila, Bhineka Tunggal Ika serta Negara
Kesatuan Republik Indonesia. Kepada seluruh undangan yang hadir dalam
kesempatan ini yaitu Gubernur Bali yang diwakili oleh Kesbang Polimas, DPD-RI
Dr. Ir. Wayan Koster, MM, Ketua PHDI Pusat Wisnu Bawa Tenaya, Pejabat Eselon I
di Jajaran Kementerian Agama Republik Indonesia, Kapolda Bali, Pangdam IX
Udayana, Rektor Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar Prof. Dr.Drs I Nengah
Duija, M.Si beserta jajaran, Ketua DPRD Provinsi Bali, Ketua FKUB Provinsi
Bali, Forum Kordinasi Pimpinan Daerah Provinsi Bali, Kepala Kantor Wilayah
Provinsi Bali I Nyoman Lastra, S.Pd., M.Ag beserta jajaran yang diwakili oleh
Kepala Bidang Urusan Agama Hindu I Made Jendra, S.Pd., M.Si, Ketua PHDI Provinsi Bali, Rektor
Perguruan Tinggi Negeri se-Bali, Ketua Sekolah Tinggi Agama Hindu se-Indonesia,
Bupati dan Walikota se-Bali, Ketua DPRD Kab/Kota se-Bali, Ketua PHDI Kab/Kota
se-Bali, tokoh umat, para pandita, Ulama/kyai, Pendeta, Bhiksu serta tokoh
elemen masyarakat Bali bahwa Menteri Agama Republik Indonesia yakin dan percaya
masyarakat Bali dengan aneka ragam etnis, profesi dan budaya yang adiluhung bersama-sama
dengan pemerintah pusat dan daerah akan selalu bersatu dan menangkal paham
intoleran apalagi paham radikal demi ketertiban, keamanan, kesejahteraan
masyarakat dan tegaknya NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Agenda
kemudian dilanjutkan dengan pentas kolosal Kebangsaan dengan Kebhinekaan
Nusantara dalam Gerak Nafas Jiwa Pancasila dan diakhiri dengan pernyataan sikap
dari Pendidikan Tinggi Keagamaan Hindu (PTKH) untuk mengawal 4 pilar
kebangsaan. (CA)