Terwujudnya Masyarakat Indonesia yang Taat Beragama, Rukun, Cerdas, dan Sejahtera Lahir Batin dalam rangka mewujudkan Indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian berlandaskan gotong royong merupakan visi dari kementerian agama, sehingga dalam menggapai visi tersebut diperlukan beberapa misi diantaranya meningkatkan pemahaman dan pengamalan ajaran agama. Sebagai aparatur yang bekerja di Kementerian Agama, maka wajib dalam hal peningkatan pemahaman dan pengamalan ajaran agama menjadi basic dasar yang mempumi para pegawai. Oleh karena itu, agen perubahan pada Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali, menyusun sebuah program yang dapat memenuhi misi peningkatan pemahaman dan pengamalan ajaran agama tersebut, program tersebut diberi nama Program SAPA (Sapaan Penyuluh Agama). Program SAPA ini merupakan implementasi dari salah satu 11 program direktif Kementerian Agama. Tujuan dari pelaksanaan program ini adalah (1) sebagai wadah dalam peningkatan pemahaman ajaran agama bagi para Aparatur di Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali, (2) sebagai media dalam mengembangkan potensi para Penyuluh Agama Non PNS, (3) menjadi sebuah bentuk siraman rohani pagi yang tentunya dapat meningkatkan semangat kerja para aparatur di Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali.
Dalam pelaksanaannya sebagai pembicara dalam Program SAPA adalah para penyuluh agama non PNS yang dikoordinasikan oleh Bidang/ Pembimas. Materi yang disampaikan pun merupakan materi yang dapat membangun kesejukan dan semangat kerja melalui perspektif agama. Program SAPA yang dilaksanakan tersebut mendapat tanggapan yang positif dari para Aparatur. Menurut Komang Agus Susila, ST (JFU pada Sub.Bagian Hukum dan KUB), mengatakan bahwa program ini sangat membantu meningkatkan semangat kerja, terlebih juga karena waktu pelaksanaanya pada pagi hari sehingga ada sebuah keinginan dari diri yang timbul agar tidak terlambat ke kantor untuk mendengarkan Program SAPA ini yang menurutnya materi yang disampaikan sangat menarik. Komang juga berharap agar program ini tetap berlanjut sebagai media dalam menebarkan kedamaian. (Gzk)