Denpasar (Kemenag) – Bertempat di Aula Joop Ave Politeknik Pariwisata Bali, pelaksanaan Seleksi Kompetensi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahap I Tahun 2024 Kementerian Agama berjalan lancar setelah mengalami penyesuaian jadwal. Semula dijadwalkan pada 3-4 Desember 2024, seleksi ini ditunda menjadi 4-5 Desember 2024 akibat kendala teknis pada sarana dan prasarana di titik lokasi. Penundaan ini telah dikoordinasikan dengan Kepala Kantor Regional BKN X Denpasar untuk memastikan kesiapan optimal.
Seleksi kompetensi menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT), yang meliputi ujian kompetensi teknis, manajerial, sosial kultural, dan wawancara. Materi seleksi dirancang untuk menilai kemampuan peserta secara komprehensif, sesuai dengan posisi yang dilamar.
H. Syarif Hidayatullah, Kepala Bagian Tata Usaha Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali, hadir mewakili Kepala Kanwil Kemenag Bali, Komang Sri Marheni, untuk memantau jalannya pelaksanaan seleksi. Dalam arahannya, ia menyampaikan apresiasi atas kinerja seluruh panitia yang dinilainya telah bekerja dengan baik, menunjukkan dedikasi tinggi dalam mendukung kelancaran acara ini.
“Atas nama Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah berkontribusi maksimal dalam menyukseskan seleksi ini,” ujar H. Syarif Hidayatullah. Ia juga memberikan motivasi kepada peserta agar tetap optimis dan bersikap positif dalam mengikuti seleksi. Menurutnya, setiap langkah dalam proses ini adalah bagian dari perjalanan menuju keberhasilan.
Sebanyak 1.038 peserta mengikuti tahapan seleksi ini, mulai dari registrasi dan pemberian tanda peserta, penitipan barang dan pemeriksaan keamanan (body checking), hingga masuk ke ruang tunggu steril sebelum mengikuti ujian di ruang CAT. Pelaksanaan berjalan tertib dengan pengawasan ketat untuk memastikan integritas proses seleksi.
Di akhir arahannya, H. Syarif mengingatkan para peserta untuk selalu berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa, memohon bimbingan dan keberhasilan dalam seleksi ini. Ia juga mengimbau peserta menjaga kondisi fisik dan mental agar tetap prima selama proses berlangsung.
Semangat pantang menyerah, strategi yang tepat, dan doa diyakini menjadi kunci utama untuk meraih posisi sebagai PPPK yang diidamkan. "Dengan usaha yang maksimal, cita-cita untuk menjadi bagian dari keluarga besar Kementerian Agama bukanlah hal yang mustahil," tuturnya.