Cari

Pilih tema:
Selamat Datang ZI

Sinergi untuk Pendidikan Hindu, Komisi VIII DPR RI dan Ditjen Bimas Hindu Salurkan Bantuan Rp11,5 Miliar di Bali

Denpasar (Kemenag) - Komitmen memperkuat pendidikan Hindu dan pelayanan keagamaan kembali ditegaskan dalam kunjungan kerja Komisi VIII DPR RI bersama Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu ke Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali. Bertempat di Aula Kanwil Kemenag Bali, kegiatan ini dirangkaikan dengan penyerahan secara simbolis bantuan lembaga pendidikan widyalaya dan lembaga urusan agama Hindu senilai Rp11.597.000.000, yang bersumber dari DIPA Ditjen Bimas Hindu Tahun Anggaran 2025.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali, Komang Sri Marheni, yang didampingi Kepala Bidang Urusan Agama Hindu dan Kepala Bidang Pendidikan Agama Hindu, menyampaikan apresiasi atas dukungan nyata dari pusat dan legislatif dalam mendorong kualitas pendidikan Hindu, khususnya di Bali.

"Kami sangat menghargai inisiatif-inisiatif pendidikan yang mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan, keberagamaan, dan kearifan lokal. Program seperti RPKS, LAR, UNIKI, Wendel, dan Manger adalah bukti konkret sinergi lintas sektor yang menyentuh nurani umat," ujar Komang Sri Marheni dalam sambutannya.

Ia juga mengapresiasi partisipasi aktif lembaga pendidikan, media, dan masyarakat adat yang selama ini bergotong royong membangun sistem pendidikan yang inklusif dan layak. Lebih lanjut, Komang menekankan pentingnya integritas dalam pelaksanaan program.

"Kita harus ikhlas, tulus, dan berhati-hati dalam menjalankan program pendidikan. Setiap bantuan harus dipertanggungjawabkan, baik secara moral maupun spiritual kepada masyarakat," pesannya.

Sementara itu, Dirjen Bimas Hindu, I Nengah Duija, menyoroti pentingnya memperluas pelayanan keagamaan Hindu hingga ke luar Bali. Ia menekankan bahwa umat Hindu di luar Bali masih menghadapi tantangan seperti kekurangan guru, persoalan administrasi kependudukan, dan keterbatasan akses terhadap bantuan.

"Tahun ini, meskipun ada efisiensi anggaran, Kementerian Agama tetap mengalokasikan Rp11 miliar untuk pembangunan dan pendidikan Hindu secara nasional. Ini bukti komitmen negara agar umat Hindu di seluruh Indonesia mendapat hak yang setara," tegas Duija.

Ia juga mendorong percepatan sertifikasi guru agama Hindu dengan target seluruh guru tersertifikasi pada tahun 2025. Selain itu, ia menekankan pentingnya penggunaan dana bantuan yang sesuai prosedur dan pelaporan yang tepat waktu.

Ketua Tim Reses Komisi VIII DPR RI, I Ketut Kariyasa Adnyana, dari Fraksi PDI Perjuangan Dapil Bali, menyampaikan komitmennya dalam memperjuangkan program-program strategis di bidang keagamaan dan sosial.

"Saya melihat tugas di Komisi VIII ini sebagai panggilan hati, untuk lebih fokus mengawal urusan keagamaan dan sosial. Kita ingin pendidikan Hindu tetap berkelanjutan, tidak hanya di Bali tapi juga di luar Bali," ujarnya.

Kariyasa juga menyoroti tantangan ekonomi nasional hingga tahun 2026 yang perlu disikapi dengan program sosial-keagamaan yang adaptif. Ia mengungkapkan rencana pembangunan Sekolah Rakyat Berasrama untuk anak-anak dari keluarga tidak mampu, seperti model Sekolah Bali Mandara yang akan direalisasikan kembali di Karangasem tahun depan.

"Kami menyambut baik putusan Mahkamah Konstitusi terkait pendidikan dasar gratis. Namun, pemerintah pusat dan daerah harus hadir untuk memastikan pendanaan kebijakan ini berjalan optimal," tambahnya.

Ia juga menegaskan pentingnya mendorong pengesahan Undang-Undang Provinsi Bali yang mengakui kekhususan Bali agar daerah ini bisa mendapatkan porsi APBN yang lebih besar untuk pendidikan dan program keagamaan.

Bantuan senilai Rp11,5 miliar yang disalurkan dalam kegiatan ini akan tersebar di 37 lokasi di sembilan kabupaten/kota di Bali, yaitu Badung, Karangasem, Gianyar, Jembrana, Tabanan, Denpasar, Buleleng, Klungkung, dan Bangli.

Kunjungan ini menegaskan sinergi dan komitmen kuat antara legislatif dan eksekutif dalam mendukung pemerataan pelayanan keagamaan Hindu dan penguatan pendidikan yang inklusif, berkelanjutan, dan berkeadilan di seluruh Indonesia.(wyn)

Berita Sebelumnya
Jambore Pasraman Nasional (Jampasnas) IV
Berita Berikutnya
SKTT PPPK Tahap II Digelar Serentak: Kemenag Bali Pastikan Proses Seleksi Berjalan Lancar dan Profesional

Rekomendasi:

Berita Terbaru: