Cari

Pilih tema:
Selamat Datang ZI

Tim Pokja Penyuluh Lintas Agama Prov Bali, Peduli Lingkungan Dalam Harmoni Moderasi Beragama

(Bali-Kemenag) Bertempat di Komplek Puja Mandala Nusa Dua Bali, Situs yang menjadi simbol kerukunan umat beragama di Provinsi Bali, berlangsung rangkaian acara Sosialisasi Kelompok Kerja Penyuluh Lintas Agama yang mengusung tema “Bersama Pokja Penyuluh Lintas Agama Kita Jaga Lingkungan dalam Harmoni Moderasi Beragama”. Jumat (09/08/2024). 

Berdasar Surat Edaran Menteri Agama RI Nomor 2 Tahun 2024 Tentang Pelaksanaan Tugas Penyuluh Agama dan Penghulu Dalam Mendukung Program Prioritas Pemerintah, untuk memperkuat ketahanan ekonomi, meningkatkan kesehatan masyarakat, dan melestarikan lingkungan hidup. Dimana penyuluh agama dituntut untuk berperan aktif dalam melakukan sosialisasi dan edukasi mengenai 4 (empat) hal diantaranya : pencegahan dan percepatan penurunan angka stunting, penanggulangan kemiskinan, pemberdayaan ekonomi dan pelestarian lingkungan hidup.  Maka Tim Pokja Penyuluh Lintas Agama Provinsi Bali telah melaksanakan mandatori tersebut dalam hal pelestarian lingkungan hidup.

Adapun Rangkaian acara yang digelar meliputi 3 kegiatan diantaranya kerja bakti di lingkungan Komplek Puja Mandala (tempat ibadah 5 agama antara lain Masjid Agung Ibnu Batutah, Gereja Paroki Maria Bunda Segala Bangsa, Gereja Kristen Protestan Bukit Doa, Vihara Budha Guna dan Pura Jagat Natha) diikuti oleh tokoh masyarakat, tokoh agama dan penyuluh lintas agama (Islam, Hindu, Kristen, Katolik, Buddha, dan Konghucu). Dilanjutkan dengan dialog moderasi beragama yang diisi oleh Kanwil kementerian Agama Prov Bali serta tokoh agama/masyarakat, serta sosialisasi Pengelolaan Kebersihan Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kab. Badung.  Selain itu juga diserahkan bantuan dari Tim Pokja Penyuluh Lintas Agama Prov. Bali berupa 6 buah tempat sampah terpilah, melalui kegiatan ini diharapkan dapat membangun semangat gotong royong serta peduli lingkungan antar umat beragama dan mempertegas tekad pemerintah mengelola moderasi Beragama untuk mencapai kemajuan Indonesia dalam bingkai kerukunan.

Keberadaan Tim Pokja Penyuluh Lintas Agama merupakan agenda Nasional yang diselenggarakan Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kementerian Agama RI demi meningkatkan komunikasi dan koordinasi pelaksanaan tugas dan fungsi bimbingan penyuluhan agama dan pengembangan bidang agama kepada masyarakat khususnya di Kabupaten/Kota. 

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali Komang Sri Marheni dalam sambutannya yang dibacakan oleh Plt. Kepala Bidang Urusan Agama Hindu I Wayan Winaja menyampaikan  pentingnya memahami bahwa lingkungan tidak hanya tumbuhan dan hewan semata tapi seluruh yang ada dalam sebuah wilayah termasuk manusia. Manusia dengan segala kelebihannya yang membedakannya dengan makhluk hidup lainnya menjadikan ia yang wajib menjaga yang lain. Dalam Hindu, manusia dikatakan memiliki idep (pikiran), dengan pikirannya inilah manusia bisa memilah mana yang baik dan buruk, salah dan benar. Dengan kemampuan pikiran inilah selayaknya manusia menggunakannya untuk hal positif, yaitu menjaga lingkungannya untuk tetap harmonis. Pentingnya menjaga atau melestarikan lingkungan hidup merupakan hal yang sangat wajib ditanamkan pada setiap orang, terutama pada diri sendiri dan juga hal ini harus ditanamkan kepada anak-anak sejak usia dini, agar kedepannya mereka jadi terbiasa untuk selalu menjaga lingkungan mereka.

Ketua Pokja Penyuluh Lintas Agama Provinsi Bali Wayan Diadnyana mengajak peserta  dapat memanfaatkan momen penting ini untuk semakin meningkatkan dan menguatkan peran penyuluh agama di tengah masyarakat demi mewujudkan Indonesia yang moderat, berakhlak mulia, menjadi suluh dan agen kerukunan dan keharmonisan di tengah Bangsa Indonesia yang majemuk. 

Selanjutnya Ketua Tim Ortala dan KUB Wina Maya Lestari berharap kegiatan ini dapat semakin mempererat kerjasama yang telah terjalin di lintas agama, meningkatkan tali silaturahmi antar penyuluh agama, tokoh masyarakat dan tokoh agama serta meningkatkan upaya bersama dalam melestarikan lingkungan hidup.

Narasumber Wayan Solo selaku Ketua Paguyuban Komplek Puja Mandala   menyampaikan fungsi, sejarah keberadaan Komplek Puja Mandala serta dinamika dalam keberagaman yang dihadapi Komplek Puja Mandala. 

Wayan Solo berpendapat bahwa pembangunan pariwisata perlu didukung dengan adanya pembangunan mental spiritual yang baik pada masyarakat , sehingga ini menjadi dasar pemikiran tercetusnya Komplek Puja Mandala.

“Kemajuan pariwisata identik dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga terbangunnya pariwisata internasional itu perlu diimbangi dengan adanya upaya untuk penguatan iman dan takwa.” Ujar Wayan Solo.

Kegiatan dilanjutkan sesi tanya jawab serta sosialisasi Pengelolaan Kebersihan Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kab. Badung. (Nara/Cace)


Berita Sebelumnya
Jambore Pasraman Nasional (Jampasnas) IV
Berita Berikutnya
Soroti Tren Penurunan Pernikahan, Kemenag Beri Pencerahan Mahasiswa di Bali

Rekomendasi:

Berita Terbaru: