Denpasar – Dalam rangka menyambut Hari Raya Waisak 2569 Buddhis Era (BE) tahun 2025, umat Buddha di Bali melaksanakan kegiatan pelestarian lingkungan melalui pelepasan satwa (fangshen) dan penanaman pohon mangrove di kawasan Hutan Bakau Pemelisan, Jl. Pemelisan, Kota Denpasar, pada Sabtu (27/4/2025).
Pembimas Buddha Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali, melibatkan Lembaga/Majelis Keagamaan Buddha (Walubi, Permabudhi, Wadah-Bali), serta organisasi lainnya ikut turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut.
Dalam sambutannya, Pembimas Buddha Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali, Sihar, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi dari Program Prioritas Menteri Agama Tahun 2025–2029, khususnya dalam program Ecotheology melalui Gerakan Penanaman 1 Juta Pohon dan sekaligus rangkaian kegiatan menyambut Tri Suci Waisak dengan melaksanakan pelepasan burung.
Sebanyak 250 ekor yang terdiri dari burung dan tupai dilepasliarkan ke habitat alaminya. Selain itu, sebanyak 360 pohon mangrove juga ditanam sebagai upaya memulihkan ekosistem pesisir yang menjadi bagian penting dari keseimbangan lingkungan.
Sebanyak 150 peserta hadir dalam kegiatan ini, terdiri dari unsur Kementerian Agama, Permabudhi, Wadah Bali, Walubi Bali, serta oraganisasi lainnya.
Melalui kegiatan ini, umat Buddha diajak untuk terus menghidupkan nilai-nilai Dhamma dalam kehidupan sehari-hari, dengan menjaga keharmonisan. Pelepasan satwa menjadi simbol praktik cinta kasih dan kasih sayang universal (maitri-karuna), sementara penanaman pohon merupakan wujud kepedulian terhadap lingkungan, penyedia oksigen, habitat satwa, serta bagian dari merawat Bhumi, Ibu Pertiwi.