Denpasar (Kemenag) - Melalui Bidang Pendidikan Agama Hindu
Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali mengadakan kegiatan Workshop
Pengembangan Teknologi Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu. Kegiatan ini dibuka
secara resmi oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali, Komang
Sri Marheni, di Hotel Puri Nusa Indah Jalan Waribang No.99 Kesiman Denpasar pada
Kamis (5/9/2024).
Dalam sambutannya KaKanwil Komang Sri Marheni mengajak
seluruh peserta untuk aktif mengikuti workshop digitalisasi yang
diselenggarakan. Kegiatan ini merupakan respons terhadap kemajuan teknologi dan
perubahan yang dipicu oleh pandemi COVID-19, serta kebutuhan untuk terus
memperbarui diri dengan informasi terbaru dan memanfaatkan teknologi secara
optimal.
“Setelah melewati masa-masa sulit selama pandemi, kini kita
merasa lebih percaya diri dan terampil dalam menggunakan teknologi. Dulu, kita
mungkin hanya nyaman menggunakan ponsel atau laptop untuk hal-hal dasar,
seperti membuka aplikasi atau menjawab pesan. Namun, pandemi ini telah memaksa
kita untuk keluar dari zona nyaman dan beradaptasi dengan perubahan yang
cepat,” kata Komang Sri Marheni.
“Kemajuan teknologi yang pesat juga membawa perubahan besar
dalam cara kita berkomunikasi dan mengakses informasi.Dengan munculnya
smartphone, eksklusivitas telepon rumah mulai memudar. Kini, hampir setiap
orang memiliki telepon pintar, dan akses ke informasi serta komunikasi menjadi
lebih mudah dan cepat. Perubahan ini membuat telepon rumah terasa seperti
barang antik dan telepon umum semakin jarang digunakan.” Tambah Komang Sri
Marheni.
KaKanwil menekankan bahwa workshop ini bertujuan untuk
memfasilitasi peserta dalam memahami dan menguasai teknologi pembelajaran. Dengan
kemampuan ini Bapak-Ibu akan dapat menyusun materi pembelajaran yang dapat
diakses secara daring, sehingga anak-anak dapat belajar kapan saja dan di mana
saja. Ini adalah keuntungan besar dari penggunaan teknologi digital yang
memungkinkan pembelajaran berkelanjutan tanpa batasan fisik.
KaKanwil mengajak melalui kegiatan ini peserta akan memperoleh kesempatan berharga
untuk mempelajari berbagai alat, aplikasi, dan strategi digital. Semua ini
bertujuan untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih efektif dan
menyenangkan bagi anak didik.
Ida Ayu Nyoman Sriudiani selaku Ketua panitia menyampaikan
bahwa dalam proses pembelajaran tidak sebatas menyampaikan informasi kepada
peserta didik, namun pendidik harus mempunyai kemampuan memahami perbedaan
peserta didik sehingga dapat membantu mereka dalam mengatasi kesulitan belajar.
Oleh karena itu pendidik harus mempersembahkan kualitas Pendidikan yang optimal
dan menarik agar peserta didik dapat lebih efektif dan fokus pada topik yang
dibahas. Salah satu cara yang harus dilakukan adalah dengan menyediakan media
pembelajaran.
Di balik ketidaknyamanan, dengan segala keterbatasan dan
juga kekhawatiran yang tinggi. Workshop digitalisasi ini akan memandu kita
dalam menciptakan materi yang lebih menarik dan efektif. Dengan memanfaatkan
teknologi digital, kita dapat menjangkau audiens yang lebih luas dan
bervariasi, termasuk mereka yang berada di lokasi-lokasi yang sulit dijangkau
sebelumnya. Tujuan utama dari digitalisasi adalah efisiensi waktu serta
kemampuan untuk menyasar berbagai lapisan masyarakat dengan lebih mudah dan
cepat.
Dengan tujuan workshop ini akan memperkaya pengetahuan dan
wawasan peserta, maka metode pembelajaran dapat diperbaiki dan pada akhirnya
pendidikan agama Hindu dapat menjadi lebih relevan dan mampu menjawab tantangan
zaman. Dengan menitikberatkan harapan setiap peserta dapat mengaplikasikan ilmu
yang didapat untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang lebih baik.
Kegiatan ini berlangsung selama 4 (empat) hari yaitu dari hari Kemis, 05 September sampai
dengan Minggu, 08 September 2024 diikuti oleh 60 orang peserta yang terdiri
dari Guru Agama Tingkat SD,SMP, dan SMA/K utusan dari Kabupaten/Kota se
Provinsi Bali. (Iba/Cace)