Cari

Pilih tema:
Selamat Datang ZI

Workshop Penguatan Data EMIS Pasraman, Menuju Pengelolaan Data yang Lebih Baik

Denpasar (Kemenag) - Mengingat pentingnya peran informasi dan data dalam mendukung tujuan lembaga pendidikan yang berkualitas, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali melalui Bidang Pendidikan Hindu menggelar Workshop Penguatan Data EMIS Pasraman. di Hotel Puri Nusa Indah, Denpasar, Senin, (27/5/2024).

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali Komang Sri Marheni menyampaikan bahwa teknologi dan informasi sebagai basis pengumpulan data memiliki peran yang sangat vital dalam mencapai tujuan pendidikan. 

“Penggunaan teknologi dan informasi yang tepat dalam pengumpulan data sangat penting untuk menunjang tercapainya tujuan pendidikan,” tutur Kakanwil.

Sebagai upaya dalam meningkatkan kualitas pengelolaan data pendidikan, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam telah mengeluarkan kebijakan terbaru yang tertuang dalam Keputusan Nomor 5974 Tahun 2019 tentang penggunaan Education Management Information System (EMIS). EMIS merupakan sistem manajemen data pendidikan yang berperan penting dalam proses perencanaan dan pengambilan kebijakan program pendidikan agama dan keagamaan di bawah naungan Kementerian Agama.

Dalam kesempatan ini Kakanwil menyampaikan bahwa beberapa Pasraman di Provinsi Bali telah beralih menjadi Satuan Pendidikan Widyalaya, Pasraman akan berada dibawah naungan Kementerian Agama. Oleh sebab itu Kakanwil mengajak untuk mengadopsi dan memodifikasi pendidikan-pendidikan yang maju dengan melakukan studi tiru dan diterapkan untuk kemajuan Pasraman.

Lebih lanjut, Kakanwil menegaskan bahwa setiap operator harus memiliki komitmen untuk menyajikan data yang valid. Ketelitian dalam memproses data, kesabaran dalam menjalankan tugas, serta profesionalisme dan peningkatan kompetensi SDM sangat diperlukan agar pengelolaan data di lembaga pendidikan Pasraman berjalan dengan baik dan tidak tumpang tindih. Dengan demikian, data yang dihasilkan akan akurat dan dapat diandalkan untuk mendukung kemajuan Pasraman.

“Para operator harus berkomitmen menyajikan data yang valid, teliti dalam memproses data, sabar dalam menjalankan tugas, serta terus meningkatkan profesionalisme dan kompetensi mereka,” tambahnya.

Selain itu, Kakanwil juga menyampaikan pentingnya memanfaatkan data EMIS sebagai alat untuk mengidentifikasi, mengukur, dan mengevaluasi efektivitas program kinerja lembaga keagamaan. 

“Operator EMIS harus mampu memanfaatkan data untuk mengevaluasi efektivitas program kinerja lembaga keagamaan dan membentuk paradigma baru dalam pengelolaan data,” kata Komang Sri Marheni.

“Kegiatan ini tidak bisa hanya dilaksanakan sekali saja, tetapi harus berkelanjutan untuk memberikan pemahaman, memantau, serta mengevaluasi data agar lebih update setiap tahun. Dengan demikian, kita bisa mengetahui kondisi Pasraman kita di seluruh Kabupaten/Kota di Bali” sambungnya.

Dengan memperhatikan hal-hal tersebut, Kakanwil berharap pelaksanaan Workshop ini mampu membentuk paradigma baru dalam pendataan pendidikan Pasraman sehingga tidak ada lagi data yang tumpang tindih. Diharapkan, implementasi kebijakan melalui pengelolaan data pendidikan berbasis EMIS dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Workshop ini berlangsung selama tiga hari, Senin, 27 Mei hingga Rabu, 29 Mei 2024 diikuti oleh 60 peserta yang terdiri dari Operator EMIS pada satuan pendidikan Pasraman dan Operator SIMPATIKA dari seluruh Kabupaten/Kota se-Bali, dan dirangkai dengan penyerahan secara simbolis bantuan Baleganjur anak-anak untuk 7 (tujuh) Pratama Widya Pasraman (PWP) di Provinsi Bali oleh Kakanwil yang didampingi oleh Kepala Bidang Pendidikan Hindu Ida Ayu Putu Gede Dharma Yanti. (ca)


Berita Sebelumnya
Kegiatan Peningkatan Sradha Bhakti Siswa Hindu Di Kabupaten Buleleng Tahun 2019
Berita Berikutnya
Workshop Pengembangan Teknologi Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu Resmi Dibuka di Denpasar

Rekomendasi:

Berita Terbaru: