(Inmas Bali) Hal ini disampaikan oleh Bapak Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali, I Nyoman Lastra, S.Pd, M.Ag. dalam sambutan beliau pada acara Coffee Morning yang diselenggarakan di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Badung, Kamis, 16 Maret 2017. Acara Coffee Morning ini dilakukan secara bergilir di masing-masing Kantor Kemenag Kabupaten/Kota se-Bali dimana hal positif yang dapat diambil dari dilaksanakan Coffe Morning ini yaitu untuk membangun daya saing kedepan yang lebih baik dengan membandingkan kinerja Kemenag Kab/Kota se-Bali serta mengambil dan menerapkan kebijakan-kebijakan yang terbaik di masing-masing lingkungan kerja. Terselenggaranya acara Coffee Morning ini merupakan salah satu bentuk koordinasi baik antara Kantor Kemenag Kabupaten/Kota se-Bali dan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali.
Dalam Sambutannya, Bapak KaKanwil Kemenag Prov. Bali juga menyampaikan hal-hal penting yang harus dievaluasi kedepannya seta keiatan-kegiatan yang perlu dibangun bersama demi kemajuan bersama. Beliau berharap seluruh satker agar berjuang bersama untuk memperoleh opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) yang merupakan target Kementerian Agama Republik Indonesia. Oleh karena itu penyelesaian pelaporan keuangan harus dilakasakan tepat waktu dan juga harus dilaksanakan secara benar. Beliau juga mengajak seluruh satker untuk mempertahankan prestasi yang telah dicapai Kementerian Agama Provinsi Bali diantaranya dalam pelaporan SIMAK dan BMN, Penyelesaian Laporan Analis Jabatan serta prestasi lainnya dimana Kemenag Prov. Bali meraih prestasi terbaik di tingkat Nasional. Beliau berpesan agar melakukan monitoring dan evaluasi secara periodik terhadap lembaga-lembaga di bawah, bukan hanya mengenai masalah keuangan, tetapi juga masalah keagamaan dan fungsi pendidikan, dimana Bapak Menteri Agama RI telah menekankan bahwa dalam institusi pendidikan tidak boleh terdapat radikalisme sehingga diperlukan adanya pengembangan pemahaman agama yang bersifat moderat, serta seluruh ASN (Aparatur Sipil Negara) pada Kementerian Agama tidak boleh diragukan wawasan kebangsaannya. Akhir kata, beliau meminta seluruh Karyawan/Karyawati Kementerian Agama Provinsi Bali agar senantiasa bekerja dengan menerapkan lima prinsip kerja yaitu kerja keras, kerja cerdas, kerja cepat, kerja tepat, dan kerja Ikhlas sesuai dengan prinsip Kementerian Agama.
Acrara diakhiri dengan diskusi terkait rencana pelaksanaan Rapat Koordinasi Kementerian Agama Prov. Bali dan wawancara oleh TVRI Bali. (ign_w)